BANJARNEGARA — Kejuaraan diraih setelah MTsN 1 Banjarnegara bersaing ketat dengan puluhan kontingen lain dalam enam jenis kegiatan yang dilombakan. Selisih perolehan poin antar kontingen disebut sangat tipis, sehingga peserta dituntut teliti di setiap bidang perlombaan.
Ketua Panitia Kegiatan, Ari Budi Waluyani, menilai hasil tahun ini menghadirkan banyak kejutan. Menurutnya, persaingan ketat itu menandakan pembinaan PMR sudah menyebar merata di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
"Artinya pola pembinaan generasi muda melalui kegiatan PMR khususnya ditingkat SMP dan MTs saat ini telah menggeliat dan menunjukkan grafik peningkatan yang sangat signifikan," ujarnya.
Jumbara PMR Madya tahun ini mempertandingkan enam bidang kegiatan. Peserta mengikuti setiap lomba secara teliti karena perolehan poin antar kontingen berbeda tipis.
Ari menjelaskan, strategi pelaksanaan latihan gabungan lintas sekolah terbukti efektif mendongkrak kualitas persaingan. Latihan itu melibatkan beberapa sekolah di beberapa wilayah atau korwil.
"Latihan gabungan yang melibatkan beberapa sekolah di beberapa wilayah atau korwil juga terbukti ampuh dan menjadi strategi jitu untuk mendongkrak semangat dan nilai kontingen sebelum Jumbara dilaksanakan," lanjutnya.
Plh. Ketua PMI Banjarnegara, Noor Tamami, menegaskan bahwa Jumbara (Jumpa Bhakti Gembira) bukan sekadar ajang kompetisi atau forum pertemuan antaranggota PMR. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi dan evaluasi antaranggota.
"Jumbara merupakan salah satu bentuk pembinaan dan ajang pertemuan anggota PMR untuk saling berbagi, melakukan evaluasi, serta meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam suasana yang gembira, bersahabat dan partisipatif," terangnya.
Ia menambahkan, anggota PMR merupakan bagian dari generasi muda yang menjadi cikal bakal relawan masa depan. Pembinaan lewat Jumbara diharapkan terus berlanjut di sekolah-sekolah yang mengirimkan kontingennya.