SEMARANG — Kawasan pesisir Tambak Lorok, tepatnya RW 15 Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, kini menyimpan wajah baru. Lahan gersang seluas 500 meter persegi disulap menjadi ruang terbuka hijau dan greenhouse berkonsep integrated farming. Perubahan itu berjalan di bawah program INTAN BAHARI (Integrasi Pertanian, Peternakan dan Olahan Ikan Bangun Ketahanan Pangan dan Alam Lestari) yang diusung PLN Indonesia Power UBP Semarang.
Program tersebut tidak berhenti pada penyerahan bantuan fisik. Pendampingan intensif dilakukan untuk mengubah cara warga pesisir memandang potensi lingkungan sekitar mereka.
Ketua PKK RW 15 sekaligus Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Cantik Bahari, Sri Wahyuni, menyebut tantangan terbesar kawasan itu beberapa tahun lalu adalah tiadanya ruang hijau, paparan hawa panas, dan lingkungan yang gersang. Kondisi itu berangsur berubah setelah PLN Indonesia Power hadir dengan pendampingan.
Sri Wahyuni bergerak bersama 10 anggota KWT Cantik Bahari menggarap lahan kosong menjadi area hijau produktif. Greenhouse itu kini menjadi pusat pembelajaran warga, mulai dari pembibitan tanaman, budidaya perikanan, hingga peternakan skala mikro.
"Dulu kami belum terpikir bahwa lahan dan hasil yang ada di sekitar kami bisa dikembangkan sejauh ini. Sekarang ibu-ibu tidak hanya menanam, tetapi juga belajar mengolah dan menjual hasilnya," tutur Yuni, sapaan akrabnya.
Hasil panen dari greenhouse dimanfaatkan untuk aksi sosial "Jumat Berkah" guna menangani masalah gizi balita setempat. Upaya itu berhasil menekan angka tengkes dari 45 balita menjadi zero stunting.
Napas utama transformasi ekonomi warga terletak pada inovasi teknologi bernama KERIS PRABU (Kombinasi Energi Hijau untuk PengeRIng dan Pengasapan ikan menuju Produk Bernilai dan Unggul). Teknologi pengering dan pengasapan ikan ini mengadaptasi konsep Combined Cycle Power Plant, kompetensi inti industri energi PLN Indonesia Power.
KERIS PRABU mengubah cara kerja tradisional ibu-ibu nelayan. Hasil tangkapan laut tidak lagi dijemur di pinggir jalan yang rentan debu dan lalat, melainkan diolah secara higienis menjadi produk ikan asin dan ikan asap bernilai jual tinggi.
Teknologi ini juga menerapkan prinsip zero waste. Hasil endapan atau produk sampingan dari proses pengasapan dimanfaatkan kembali sebagai nutrisi pendukung kegiatan urban farming di greenhouse.
"Perubahan yang kami dorong bukan sekadar fasilitas, melainkan cara masyarakat melihat potensi di sekitarnya. Ketika masyarakat mampu mengolah dan memasarkan mandiri, pemberdayaan itu tumbuh menjadi kemandirian," tegas Manajer Administrasi PLN Indonesia Power UBP Semarang, Eva Wirabuana.
Transformasi Tambak Mulyo juga dipahat lewat seni. Tembok beton sheet pile penahan rob yang dahulu kaku kini menjadi galeri luar ruangan. Gambar mural bertema bahari dan lingkungan mengular rapi di sepanjang kawasan.
Jemari di balik karya seni itu adalah warga lokal dan anak-anak pesisir yang terbiasa mengecat perahu nelayan. Kreativitas yang dulu dituangkan lewat cat perahu dialihkan ke dinding beton begitu pemerintah membangun sheet pile.
"Dulu warga menuangkan kreativitas lewat cat perahu. Begitu pemerintah membangun tembok sheet pile, kreativitas itu kami alihkan ke mural. Ini murni karya anak-anak dan warga pesisir Tambak Lorok," tutur Yuni bangga.
Semangat gotong royong warga kian membuncah saat pengurus RW menggelar lomba penataan taman dan mural antar 9 RT yang didukung PLN IP. Kawasan sheet pile kini tak cuma membentengi kampung dari abrasi, tetapi menjadi titik kumpul favorit warga dan pengunjung untuk menikmati pemandangan sunset.
Pendekatan yang dipakai mengusung pola pentahelix, menghubungkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media. PLN Indonesia Power UBP Semarang juga berkolaborasi dengan LPUBTN KAS untuk memperkuat kelembagaan dan inovasi program.
Ekosistem INTAN BAHARI kini semakin solid dengan berjejaringnya berbagai kelompok warga. Ada KWT Cantik Bahari, Bank Sampah Pesona Bahari, Tangguh Bahari, Srikandi Cipta Bahari, Nelayan Bahari, hingga Pondok Belajar Terang Bahari.
Integrasi antara pemulihan lingkungan, inovasi teknologi KERIS PRABU, dan penguatan ekonomi keluarga membawa Tambak Mulyo melangkah ke panggung nasional. RW 15 Kelurahan Tanjung Mas resmi berlaga dalam Penilaian Program Kampung Iklim (ProKlim) Kategori Lestari tingkat nasional.