Dua Tim Al Falah Salatiga Raih Emas di Kompetisi Inovasi Selangor Malaysia

Penulis: Budi Santoso  •  Jumat, 25 September 2026 | 05:32:31 WIB
Dua tim pelajar Al Falah Salatiga meraih medali emas dalam kompetisi inovasi di Selangor, Malaysia.

SALATIGA — Keberhasilan dua tim pelajar Al Falah Salatiga menembus kompetisi inovasi internasional bertumpu pada tradisi penelitian yang dibangun sekolah. SMP dan MA RUQ Al Falah memiliki kelompok student research sebagai wadah melanjutkan pengembangan karya dari satu angkatan ke angkatan berikutnya.

Karya yang dibuat satu kelompok dikembangkan kembali oleh siswa berikutnya secara estafet. Tujuannya agar inovasi tidak berhenti di meja kompetisi, tetapi terus diuji sampai layak dipakai.

Virewaste: Belajar Lingkungan Lewat Simulasi Virtual

Tim SMP RUQ Al Falah mengembangkan Virewaste, game edukasi yang memadukan virtual reality (VR) dan board game. Enam siswa terlibat dalam penggarapan karya tersebut.

Dalam permainan, pemain dihadapkan pada simulasi persoalan lingkungan. Mereka mengambil keputusan, menentukan solusi, lalu memahami dampak dari pilihan yang dibuat.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP RUQ Al Falah, Nur Aini Dewi Rahmawati, menyebut permainan itu tidak sekadar memberi pengetahuan lingkungan. "Virewaste tidak hanya memberikan pengetahuan lingkungan, tetapi juga mengasah kemampuan pemain untuk memecahkan masalah lingkungan," ujarnya.

Salah satu anggota tim, Maulana Rosa Astaghis, mengaku bangga atas prestasi tersebut. "Medali emas ini bisa diraih berkat kerja sama tim dan ketekunan selama proses latihan hingga kompetisi," katanya.

HOLO-SIGN: Sarung Tangan Pintar untuk Bahasa Isyarat

Tim MA RUQ Al Falah membawa HOLO-SIGN, singkatan dari An Affordable Multi-Sensor Smart Glove with Holographic Feedback for Sign Language Learning. Inovasi ini berupa sarung tangan pintar dengan multi sensor untuk menangkap gerakan tangan pengguna.

Data gerakan itu kemudian dipakai memberi umpan balik melalui teknologi holografik dalam proses pembelajaran bahasa isyarat. HOLO-SIGN dirancang sebagai media belajar yang lebih interaktif dan menyasar kebutuhan komunikasi penyandang disabilitas.

Estafet Riset dan Jurnal Sains Al Falah

Direktur Pendidikan Yayasan Al Falah Salatiga, Mahfud Sidiq Muhayyat, menilai capaian ini menunjukkan kemampuan siswa mengubah pengetahuan dan nilai yang dipelajari menjadi karya yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Jadi, bukan hanya karena sukses mendapatkan medali emas, tetapi anak telah menginternalisasi ajaran dan nilai-nilai yang ada di Al Falah menjadi sebuah karya," ujarnya, Kamis, 24 September 2026.

Mahfud menjelaskan, pengembangan karya dilakukan bergilir. "Yang dikerjakan enam orang pertama nanti akan estafet dikembangkan oleh enam orang kedua, enam orang ketiga dan selanjutnya sampai menjadi produk yang benar-benar valid dan teruji untuk bisa dipakai," jelasnya.

Tradisi penelitian itu didokumentasikan melalui Jurnal Sains Al Falah yang telah memasuki volume keempat. Puluhan karya penelitian siswa telah dikembangkan dan sebagian diikutkan dalam berbagai kompetisi. "Sejumlah karya terapan yang memenuhi persyaratan juga diarahkan untuk memperoleh hak kekayaan intelektual (HKI)," ujarnya.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: lingkarjateng.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top