Pelindo Dumai Sepakati Loket Tiket Antarmoda, Mogok Angkutan Batal

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Jumat, 25 September 2026 | 10:37:01 WIB
Pertemuan Pelindo Dumai dan Organda menyepakati penyediaan loket tiket antarmoda di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai.

JAWA TENGAH — PT Pelindo Regional 1 Dumai menyepakati penyediaan loket tiket bus, travel, dan taksi di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai, Kamis (24/9/2026), sehingga rencana mogok operasional angkutan darat di Kota Dumai batal. Kesepakatan itu menjawab empat tuntutan DPC Organda Kota Dumai yang tertuang dalam surat aspirasi 14 September 2026. Penumpang kapal kini berpeluang mendapat akses angkutan lanjutan yang lebih tertata, sementara pengusaha angkutan darat mengawal realisasinya hingga 2027.

Pertemuan di Ruang Rapat Pelindo Regional 1 Dumai itu berlangsung pada Kamis (24/9/2026) sore. General Manager Pelindo Jonathan Ginting hadir bersama Manajer Operasi dan Teknik Budi Syafrizal, Branch Manager Dumai, serta sejumlah pejabat perusahaan. Dari sisi Organda, hadir Ketua DPC Kota Dumai Andi L. BAKARA bersama para pengurus.

Surat aspirasi bernomor 014/IX/ORG/ANDA-DUMAI/2026 yang diteken Andi dan Sekretaris D. M. Simanungkalit menjadi dasar pertemuan. Surat itu memuat empat tuntutan sekaligus ancaman mogok operasional bila tak ada solusi dalam waktu dekat.

Apa Saja yang Dituntut Organda Dumai

Empat poin yang disampaikan pengusaha dan pengemudi angkutan darat menyangkut kelengkapan fasilitas di terminal penumpang. Mereka meminta loket atau konter penjualan tiket bus dan travel tersedia di area terminal.

Poin berikutnya, pemasangan papan informasi jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal. Organda juga mendesak identifikasi kendaraan angkutan umum yang masuk kawasan pelabuhan serta penyediaan jalur khusus bagi taksi dan angkutan kota.

Menurut Andi, ancaman mogok adalah opsi terakhir. "Kami tidak ingin memulai konflik. Ancaman mogok itu murni karena kami melihat ada ketimpangan layanan dan fasilitas di Terminal Penumpang Pelindo. Penumpang yang baru tiba tidak mendapatkan akses angkutan lanjutan antarmoda, seperti bus, taksi dan travel, yang terintegrasi," ujarnya kepada awak media seusai pertemuan.

Ia merujuk ketentuan peraturan perundang-undangan soal penyelenggaraan pelayaran dan kepelabuhanan sebagai dasar permintaan tersebut. Penumpang kapal, katanya, butuh layanan lanjutan yang tertata agar perjalanan berlangsung mudah, tertib, dan nyaman.

Tiga Poin Hasil Kesepakatan

Pelindo menyatakan telah mendengar aspirasi Organda sekaligus memaparkan kondisi eksisting terminal. "Pada prinsipnya, kami sepakat untuk melakukan kerja sama," kata Jonathan dalam pertemuan itu.

Kesepakatan pertama, kedua pihak menjalin kerja sama operasional angkutan antarmoda dengan tetap memperhatikan kajian kelayakan dari aspek teknis, operasional, keuangan, hukum, dan risiko sesuai prosedur masing-masing.

Kedua, Pelindo berkomitmen meningkatkan fasilitas pelayanan di Terminal Penumpang Pelabuhan Dumai. Fasilitas yang direncanakan mencakup loket penjualan tiket antarmoda, sehingga penumpang kapal bisa memperoleh tiket bus, travel, maupun taksi untuk melanjutkan perjalanan.

Ketiga, menyambut musim angkutan Natal dan Tahun Baru 2026/2027, fasilitas yang ada saat ini akan dioptimalkan untuk mencegah penumpukan penumpang.

Dampak bagi Penumpang dan Pengusaha Angkutan

Bagi penumpang yang turun dari kapal, persoalan utama selama ini adalah ketiadaan akses terpadu ke angkutan lanjutan. Loket tiket antarmoda yang dijanjikan bakal memangkas kebingungan mencari bus, travel, atau taksi begitu tiba di darat.

Pengusaha angkutan darat juga berkepentingan langsung. Penataan jalur khusus taksi dan angkutan kota serta identifikasi kendaraan yang masuk kawasan pelabuhan menentukan seberapa lancar mereka mendapat penumpang.

Andi mengapresiasi respons Pelindo. "Hari ini ada titik terang. Kami akan mengawal realisasi pembangunan loket dan penataan jalur yang dipastikan pada 2027 mendatang. Selama komunikasi berjalan baik, tidak ada alasan bagi kami untuk mogok operasional," katanya.

Ia berharap pembenahan layanan angkutan antarmoda menguntungkan semua pihak. "Kami ingin Dumai ini maju, penumpang nyaman, dan pengusaha angkutan di jalan juga sejahtera," ujarnya.

Dengan kesepakatan itu, DPC Organda Kota Dumai membatalkan rencana mogok operasional. Kedua pihak selanjutnya mengawal proses kerja sama dan peningkatan fasilitas angkutan antarmoda, dengan target pembangunan loket serta penataan jalur rampung pada 2027.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: metroriau.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top