75,4 Juta Liter Air Bersih Disalurkan ke 33 Kabupaten/Kota Jateng, 2,34 Juta Jiwa Terdampak Kekeringan

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 30 September 2026 | 10:31:01 WIB
BPBD Jawa Tengah mencatat 75.463.000 liter air bersih telah didistribusikan ke 33 kabupaten/kota selama musim kemarau 2026.

SEMARANG — BPBD Jawa Tengah mencatat total 75.463.000 liter air bersih telah terdistribusi ke 33 kabupaten/kota sepanjang musim kemarau 2026. Penerima manfaat tersebar di 255 kecamatan dan 784 desa/kelurahan, dengan total 1.557.333 KK atau 2.341.548 jiwa.

Distribusi tersebut melibatkan Pemprov Jateng bersama pemerintah kabupaten/kota, perusahaan, TNI, Polri, dan lembaga swadaya masyarakat. Sebanyak 36.448.900 liter berasal dari APBD Pemprov Jateng dan pemkab/pemkot, 259.000 liter dari APBN, dan 38.755.100 liter dari CSR perusahaan maupun LSM.

Klaten hingga Banjarnegara Jadi Wilayah Distribusi Tertinggi

Sepuluh daerah dengan distribusi air bersih tertinggi di Jawa Tengah adalah Klaten, Pemalang, Purbalingga, Boyolali, Grobogan, Banyumas, Sragen, Cilacap, Blora, dan Banjarnegara. Daerah-daerah itu masuk kategori paling parah terdampak kekeringan selama kemarau 2026.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan pihaknya sudah memetakan seluruh titik kekeringan. "Kekeringan sudah kita petakan. Semua komponen bergerak. BPBD bergerak, PMI bergerak, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bergerak, TNI dan Polri bergerak. Untuk masyarakat kita salurkan air bersih," kata Luthfi di Semarang pada Rabu, 30 September 2026.

Sumurisasi dan Pipanisasi untuk Jaga Produktivitas Padi

Penanganan kekeringan tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih rumah tangga. Luthfi juga meminta Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah berkoordinasi dengan seluruh bupati-wali kota beserta jajaran dan TNI untuk memetakan kebutuhan air bagi petani.

"Untuk sawah itu ada dua macam, yaitu sawah tadah hujan dan sawah irigasi. Ini sudah kita koordinasikan juga dengan TNI melalui sumurisasi dan pipanisasi. Semoga target produksi padi dan komoditas pangan tidak meleset," ujarnya.

Langkah itu diambil untuk menjaga produktivitas komoditas pangan dan ketahanan pangan di tengah kemarau panjang. Sawah tadah hujan menjadi perhatian utama karena pasokan airnya sepenuhnya bergantung pada curah hujan.

Modifikasi Cuaca hingga Asuransi Gagal Panen Disiapkan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen sebelumnya mengimbau seluruh elemen masyarakat tetap waspada terhadap dampak kekeringan. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu juga mengingatkan warga untuk hemat menggunakan air bersih.

Gus Yasin menyampaikan bahwa permintaan modifikasi cuaca dari Pemprov Jateng kepada BNPB akan dilakukan apabila kondisi semakin parah. Langkah lain yang disiapkan adalah percepatan pembuatan dan perkuatan tanggul serta bendungan agar dapat menampung air lebih banyak saat hujan tiba.

"Untuk antisipasi dampak kekeringan bagi petani juga sudah disiapkan asuransi gagal panen," katanya.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: puskapik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top