SEMARANG — Sumarno menyampaikan bahwa Pancasila melindungi semua golongan dan semua agama untuk bisa hidup damai di Indonesia. Menurutnya, persatuan yang sudah terbangun perlu dirawat dengan baik agar tidak terkikis oleh perbedaan kepentingan.
Di tengah kondisi dunia yang bergerak cepat, kata Sumarno, Pancasila mampu bertahan terhadap gempuran globalisasi. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dinilai tetap relevan menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Indonesia.
Sumarno menegaskan, dengan berpedoman pada Pancasila, pembangunan akan berjalan sesuai arah dan cita-cita para pendiri bangsa. Ia berharap masyarakat semakin mencintai Pancasila ke depan.
"Mudah-mudahan ke depan masyarakat lebih mencintai Pancasila, sehingga nanti pembangunan di Jawa Tengah dan Indonesia lebih maju lagi dalam koridor persatuan dan kesatuan," katanya.
Upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Provinsi Jawa Tengah diikuti aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jateng dan DPRD Jateng. Dalam rangkaian acara tersebut, dibacakan naskah ikrar mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Pembacaan ikrar menjadi penegasan komitmen jajaran pemerintahan daerah dalam menjalankan tugas kenegaraan berbasis nilai-nilai dasar negara. Upacara berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam berbagai kesempatan menekankan nilai-nilai Pancasila lahir dari kearifan lokal masyarakat Indonesia. Salah satu yang ditekankan adalah semangat persatuan dan gotong royong.
Dalam memimpin Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi disebut selalu menegaskan bahwa kebersamaan dan kolaborasi menjadi kunci pembangunan. Pendekatan itu dipakai untuk memastikan program pembangunan menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan Pemprov Jateng menjadi momentum pengingat bahwa persatuan yang sudah terbangun tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Perawatan nilai-nilai Pancasila disebut menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparatur negara.