SEMARANG — Pemprov Jateng menyalurkan apresiasi bagi para kafilah berprestasi dengan besaran bertingkat, mulai dari juara pertama hingga juara harapan ketiga. Juara pertama menerima uang pembinaan Rp 50 juta plus hadiah umroh senilai Rp 50 juta.
Juara kedua mendapat Rp 40 juta, juara ketiga Rp 30 juta. Untuk kategori harapan, juara harapan pertama menerima Rp 20 juta, harapan kedua Rp 15 juta, dan harapan ketiga Rp 10 juta.
Baznas Jateng Tambah Bonus Rp 282 Juta untuk Seluruh Kafilah
Badan Amil Zakat (Baznas) Jawa Tengah turut menyuntik bonus tambahan senilai Rp 282 juta. Apresiasi itu menyasar semua kafilah MTQ Jateng, termasuk peserta yang belum membawa pulang gelar juara.
Kebijakan tersebut membuat kafilah yang belum berprestasi tetap menerima penghargaan. Tidak ada kafilah yang pulang dengan tangan kosong.
Rincian 36 Gelar Kafilah Jateng di MTQ Nasional XXXI
Kafilah Jawa Tengah mengoleksi 36 gelar dari berbagai cabang dan golongan pada MTQ Nasional XXXI. Prestasi itu terdiri atas delapan gelar terbaik pertama, tujuh terbaik kedua, dan 15 terbaik ketiga.
Tambahan enam gelar lain datang dari kategori harapan: dua juara harapan pertama, dua juara harapan kedua, dan dua juara harapan ketiga.
Gubernur Ahmad Luthfi menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut dalam acara tasyakuran.
"Saya sendiri bersyukur menjadi saksi sejarah bahwa MTQ pernah berkibar di Jawa Tengah," kata Luthfi.
Muhammad Abdul Faqih, Terbaik Pertama Cabang Tafsir Bahasa Indonesia
Salah satu penerima apresiasi adalah Muhammad Abdul Faqih dari Kota Semarang. Dia berhasil menjadi terbaik pertama pada cabang Tafsir Bahasa Indonesia.
Capaian Faqih menambah daftar prestasi kafilah Jateng di cabang keagamaan. Cabang tafsir berbahasa Indonesia menjadi salah satu dari delapan gelar terbaik pertama yang diraih kontingen tuan rumah.
Pemprov Jateng menyerahkan bonus tersebut langsung di hadapan kafilah dan warga yang hadir di Simpang Lima. Penyerahan berbarengan dengan gelaran Jateng Bersholawat dalam rangka tasyakuran MTQ Nasional XXXI.