Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Tak Berubah per 3 Oktober 2026

Penulis: Eko Saputro  •  Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:08:01 WIB
Harga BBM nonsubsidi Pertamina tidak mengalami penyesuaian per 3 Oktober 2026.

JAWA TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga bahan bakar minyak nonsubsidi tidak mengalami penyesuaian per Sabtu (3/10/2026). Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh produk nonsubsidi, mulai Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex.

Paragraf pembuka: VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyatakan harga BBM nonsubsidi masih sama seperti periode sebelumnya. Menurut dia, penyesuaian harga tidak dilakukan karena perusahaan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Pernyataan itu disampaikan melalui keterangan resmi perusahaan.

Alasan Pertamina Menahan Harga

Kitty menegaskan keputusan mempertahankan harga bukan tanpa alasan. Perusahaan menimbang dampak yang bisa dirasakan langsung oleh konsumen sebelum mengubah harga jual.

"Adapun untuk BBM nonsubsidi, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat maka sampai saat ini masih diterapkan harga yang sama dengan periode sebelumnya," ujar Kitty dalam keterangan resmi.

Pernyataan itu menegaskan posisi Pertamina yang memilih stabilitas harga di tengah dinamika pasar energi. Keputusan serupa juga berlaku untuk produk nonsubsidi lainnya yang dijual di stasiun pengisian bahan bakar umum.

Rincian Harga per 2 September 2026

Berdasarkan harga yang berlaku per 2 September 2026, sejumlah produk nonsubsidi sudah mengalami kenaikan dibanding periode sebelumnya. Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter.

Harga itu naik dari sebelumnya Rp18.300 per liter. Sementara Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, meningkat dari sebelumnya Rp16.600 per liter.

Kenaikan juga terjadi pada produk diesel nonsubsidi. Dexlite kini dipasarkan Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter. Adapun Pertamina Dex melesat menjadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.

Dampak ke Konsumen dan Pasar

Keputusan menahan harga berlaku untuk seluruh konsumen pengguna BBM nonsubsidi. Kelompok ini umumnya adalah pemilik kendaraan pribadi, pelaku usaha, dan operator armada yang membutuhkan bahan bakar dengan performa lebih tinggi.

Stabilitas harga memberi kepastian biaya operasional bagi pelaku usaha di sektor transportasi dan logistik. Di sisi lain, harga yang tidak berubah juga menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan biaya hidup.

Pertamina belum mengumumkan jadwal evaluasi harga berikutnya. Perusahaan biasanya menyesuaikan harga BBM nonsubsidi secara berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan pajak daerah.

Penutup: Langkah Pertamina menahan harga BBM nonsubsidi per 3 Oktober 2026 menjadi sinyal bahwa perusahaan memprioritaskan stabilitas di tengah ketidakpastian pasar energi global. Bagi konsumen, keputusan ini berarti tidak ada kenaikan biaya bahan bakar untuk sementara waktu.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: inews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top