Pencarian

Batang Puncaki Realisasi Investasi Jawa Tengah Sebesar Rp3,88 Triliun

Selasa, 05 Mei 2026 • 11:56:01 WIB
Batang Puncaki Realisasi Investasi Jawa Tengah Sebesar Rp3,88 Triliun
Kabupaten Batang memimpin realisasi investasi Jawa Tengah dengan total Rp3,88 triliun pada Triwulan I 2026.

BATANG — Kabupaten Batang mengawali tahun 2026 dengan performa ekonomi yang impresif. Berdasarkan data resmi pemerintah daerah, wilayah ini sukses menduduki peringkat pertama realisasi investasi di Jawa Tengah pada Triwulan I, melampaui capaian kota-kota besar lainnya di provinsi tersebut.

Total investasi yang masuk menyentuh angka Rp3,88 triliun. Penanaman Modal Asing (PMA) menjadi motor utama dengan kontribusi sebesar Rp3,68 triliun, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat menyumbang Rp202,6 miliar.

Dominasi Modal Asing dan Keunggulan dari Kendal serta Semarang

Kepala DPMPTSP Batang, Margo Santosa, mengonfirmasi bahwa prestasi ini menempatkan Batang di puncak klasemen investasi regional. Batang berhasil mengungguli kabupaten tetangga dan pusat pemerintahan provinsi dalam hal penyerapan modal pada awal tahun ini.

“Capaian ini menempatkan Kabupaten Batang pada posisi ke-1 di Jawa Tengah, yang diikuti Kabupaten Kendal di posisi ke-2 dengan capaian Rp3,6 triliun dan Kota Semarang di posisi ke-3 dengan capaian Rp3 triliun,” ujar Margo saat ditemui di kantornya, Senin (4/5/2026).

Tingginya angka investasi di Batang dipicu oleh pergerakan di lima sektor utama. Sektor listrik, gas, dan air masih menjadi primadona dengan nilai investasi mencapai Rp1,6 triliun.

Rincian Investasi Sektor Manufaktur dan Teknologi

Selain sektor energi, industri padat teknologi dan manufaktur menunjukkan pertumbuhan signifikan. Industri mesin dan elektronik menyumbang Rp857,5 miliar, disusul oleh sektor tekstil yang mencatatkan angka Rp561,3 miliar.

Sektor kimia dan farmasi turut berkontribusi sebesar Rp221,2 miliar, sementara industri lainnya menggenapi total investasi dengan nilai Rp202 miliar. Margo menekankan bahwa masuknya modal besar ini berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja.

“Investasi bukan sekadar angka di atas kertas. Masuknya modal besar ini berdampak langsung pada geliat ekonomi masyarakat lokal melalui penyerapan tenaga kerja. Tercatat, sebanyak 2.933 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) baru berhasil terserap pada periode ini,” jelasnya.

Industri Kayu Jadi Pahlawan Penyerapan Tenaga Kerja

Terdapat anomali positif dalam struktur investasi Batang periode ini. Meskipun sektor listrik menyumbang nilai nominal investasi terbesar, sektor industri kayu justru menjadi penyerap tenaga kerja terbanyak bagi warga lokal.

Data menunjukkan industri kayu menyerap 972 tenaga kerja baru sepanjang Triwulan I 2026. Angka ini melampaui sektor industri lainnya yang menyerap 678 orang dan industri tekstil dengan 524 tenaga kerja.

“Sektor yang menyerap tenaga kerja baru pada Triwulan I adalah industri kayu, yang menyerap sebanyak 972 tenaga kerja, diikuti Industri lainnya 678 tenaga kerja, dan industri tekstil 524 tenaga kerja,” pungkas Margo.

Melalui performa di awal tahun ini, Kabupaten Batang semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi utama di Jawa Tengah. Pertumbuhan ini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Bagikan
Sumber: berita.batangkab.go.id

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks