Pencarian

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.528/US$, Tertekan oleh Harga Minyak dan Defisit Fiskal

Rabu, 13 Mei 2026 • 11:06:19 WIB
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.528/US$, Tertekan oleh Harga Minyak dan Defisit Fiskal
Rupiah melemah 0,16% ke posisi Rp17.528 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

JAWA TENGAH — Di tengah ketidakpastian global dan sentimen domestik yang tidak menentu, rupiah terus melanjutkan tren pelemahan. Pada sesi perdagangan kali ini, rupiah dibuka pada posisi Rp17.525 per dolar AS dan segera melemah menjadi Rp17.528. Posisi ini menjadikannya salah satu mata uang terlemah di kawasan Asia.

Penyebab Utama: Lonjakan Harga Minyak Mentah

Lonjakan harga minyak mentah dunia yang mencapai US$107 per barel menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah. Indonesia sebagai negara yang bergantung pada impor energi sangat rentan terhadap fluktuasi harga minyak. Kenaikan ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya subsidi energi yang harus ditanggung pemerintah.

Dampak Defisit Fiskal terhadap Stabilitas Rupiah

Selain faktor eksternal, kondisi fiskal domestik juga menjadi perhatian. Pemerintah menghadapi potensi defisit anggaran yang lebih besar akibat meningkatnya subsidi energi. Penerimaan negara yang belum cukup kuat untuk mendukung belanja yang agresif, ditambah penundaan kenaikan royalti hasil tambang, menambah tekanan pada APBN.

Reaksi Pasar dan Outlook Ke Depan

Pasar mulai merespons kondisi ini dengan hati-hati. Investor mungkin akan lebih selektif dalam mengambil posisi, mengingat ketidakpastian yang mengelilingi kebijakan fiskal dan moneter. Analis memperkirakan bahwa jika harga minyak tetap tinggi, rupiah bisa tertekan lebih lanjut, dan perlu langkah-langkah strategis dari pemerintah untuk meredakan kekhawatiran ini.

Dengan situasi ini, penting bagi pelaku pasar untuk memantau perkembangan lebih lanjut, baik dalam hal kebijakan pemerintah maupun kondisi pasar global yang dapat mempengaruhi pergerakan rupiah ke depan.

Bagikan
Sumber: bloombergtechnoz.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks