Pencarian

Hari Bumi 2026 di Jateng: 2.331 Desa Mandiri Energi Terbentuk, Bauran EBT Capai 22,33 Persen

Rabu, 13 Mei 2026 • 15:56:52 WIB
Hari Bumi 2026 di Jateng: 2.331 Desa Mandiri Energi Terbentuk, Bauran EBT Capai 22,33 Persen
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mendorong percepatan transisi energi baru terbarukan dalam peringatan Hari Bumi 2026.

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong percepatan transisi energi baru terbarukan (EBT) sebagai langkah konkret menghadapi ancaman krisis iklim dan energi. Hal itu disampaikan dalam Peringatan Hari Bumi 2026 di Bale Agung Horison Resort Tlogo, Tuntang, Kabupaten Semarang, Rabu (13/5/2026).

“Transisi energi menuju energi baru terbarukan bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Tanpa upaya ini, krisis energi dan krisis iklim akan menjadi ancaman yang nyata,” kata Taj Yasin.

Tema global Hari Bumi tahun ini, Our Power Our Planet, menurutnya menjadi pengingat bahwa bumi adalah satu-satunya tempat tinggal yang harus dijaga bersama. Ia menekankan tanggung jawab ini tidak hanya di pundak pemerintah, tetapi juga dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan generasi muda.

Bauran EBT Jateng Tembus 22,33 Persen, 2.331 Desa Mandiri Energi Terbentuk

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jawa Tengah, Agus Sugiharto, memaparkan kapasitas infrastruktur EBT yang telah terbangun. Rinciannya meliputi PLT Mikro dan Mini Hidro sebesar 38 MW, PLTA 322 MW, PLTS Atap 89,5 MW, biogas 40 ribu meter kubik, PLTSa 8 MW, serta PLTP Dieng Unit 1 dan small scale sebesar 60 MW.

Dari sisi program desa, hingga 2026 tercatat 2.331 Desa Mandiri Energi. Rinciannya, 28 desa masuk kategori mapan, 165 desa kategori berkembang, dan 2.138 desa kategori inisiatif.

Pemprov Jateng juga mendorong adopsi kendaraan listrik. Pada triwulan I 2026, jumlah kendaraan listrik mencapai 22.434 unit, didukung 283 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

Dukungan IESR dan Penghargaan untuk Daerah

Direktur Utama Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyatakan dukungannya terhadap langkah Jawa Tengah. Menurutnya, kerja sama IESR dengan Pemprov Jateng telah berlangsung sejak 2019, awalnya fokus pada pengembangan energi surya dan kini diperluas ke pembangunan ekonomi hijau.

“Apa yang kita nikmati hari ini sebenarnya kita pinjam dari generasi masa depan,” ujar Fabby.

Dalam rangkaian acara, Pemprov Jateng menyerahkan Jateng Energy Transition Awards kepada Kabupaten Boyolali, Brebes, dan Rembang. Penghargaan Desa Mandiri Energi diberikan kepada enam desa, yakni Desa Manggihan (Kabupaten Semarang), Desa Krandegan (Purworejo), Desa Sempukerep (Wonogiri), Desa Banjarsari (Demak), Desa Kalinusu (Brebes), dan Desa Pacet (Batang).

Penandatanganan Kerja Sama Minyak Jelantah hingga FABA

Sejumlah kerja sama strategis diteken dalam kesempatan tersebut. TP PKK Provinsi Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan PT Gapura Mas Lestari dan PT Biosikular Inovasi Indonesia untuk pemanfaatan minyak jelantah rumah tangga.

Dinas ESDM Jateng juga menggandeng PT PLN (Persero) UIK Tanjung Jati B terkait pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Selain itu, kolaborasi sektor EBT diperkuat bersama Universitas Diponegoro dan Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan penanaman pohon di lahan pascatambang sebagai simbol pemulihan lingkungan. (*)

Bagikan
Sumber: times.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks