GROBOGAN — Bupati Setyo Hadi mengakui keterbatasan anggaran daerah menjadi penghambat utama dalam upaya penanganan banjir secara menyeluruh. Karena itu, ia meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membantu menyelesaikan persoalan yang sudah menjadi langganan tahunan tersebut.
“Intinya di Grobogan itu yang krusial ini masalah banjir. Nah, banjir ini kan susah, karena fiskal kita sendiri kalau untuk penanganan banjir jelas tidak mampu. Untuk itu, kita sama-sama lah untuk dibantu masalah banjir di Grobogan ini,” ujar Setyo Hadi.
Tekanan Publik Saat Banjir Melanda
Dalam forum yang diikuti enam kepala daerah se-Karesidenan Semarang itu, Setyo Hadi juga menyinggung tingginya tekanan publik yang diterima pemerintah daerah setiap kali bencana banjir terjadi. Ia mengaku harus memiliki mental yang kuat menghadapi kritik yang datang dari berbagai pihak.
“Sekarang banjir kita ini dikritik sana-sini, mentalnya harus kuatlah. Menghadapi ini memang agak berat karena memerlukan dana yang besar,” tambahnya.
Jalan Provinsi Rusak Akibat Truk Tronton
Selain masalah banjir, Bupati Grobogan juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan provinsi yang mengalami kerusakan cukup parah. Menurutnya, tingginya mobilitas kendaraan berat, khususnya truk tronton yang melintas setiap malam, menjadi penyebab utama kerusakan tersebut.
Sejumlah ruas jalan provinsi yang membutuhkan perhatian serius disebutkan, di antaranya jalur Gubug–Blora, Gubug–Kedungjati, serta Gubug–Semarang. Setyo Hadi menilai jalur-jalur itu merupakan urat nadi distribusi ekonomi yang kian terbebani.
Kawasan Industri Baru Bisa Perparah Beban Jalan
Setyo Hadi juga memperingatkan bahwa tekanan terhadap infrastruktur jalan diperkirakan akan meningkat seiring berkembangnya kawasan industri di wilayah Tegowanu dan Tanggungharjo. Ia khawatir jika kawasan tersebut beroperasi penuh, kapasitas jalan yang ada tidak akan mampu menampung lonjakan lalu lintas.
“Apalagi kalau nanti ada kawasan industri sedikit di Tegowanu, itu kalau berdiri semuanya, saya yakin jalan ini tidak akan mampu mengatasi lalu lintas yang ada dari Tegowanu sampai Semarang. Mohon nanti diusulkan berapa yang akan dilaksanakan oleh provinsi,” tegasnya.
Grobogan sebagai Lumbung Pangan Terhambat Banjir
Dalam kesempatan tersebut, Setyo Hadi menegaskan bahwa Kabupaten Grobogan memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung pangan utama di Jawa Tengah. Namun, potensi besar tersebut masih dibayangi oleh persoalan banjir tahunan yang belum tertangani secara optimal oleh pemerintah daerah.
Melalui Musrenbang Jawa Tengah 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat memprioritaskan alokasi anggaran pembangunan, khususnya untuk penanganan banjir dan perbaikan jalan provinsi yang menjadi kewenangan provinsi.