JAKARTA — BRIN secara resmi meminta maaf melalui kanal komunikasi publiknya setelah warganet ramai mengkritik unggahan peringatan Hari Lahir Pancasila yang menampilkan lambang Garuda Pancasila tidak sesuai ketentuan. Kesalahan visual itu terlihat pada detail perisai dan tata letak simbol negara yang tidak merujuk pada bentuk asli Garuda Pancasila.
Kesalahan pada Bagian Mana?
Warganet menyoroti perbedaan signifikan antara lambang yang digunakan BRIN dengan Garuda Pancasila yang diatur dalam Peraturan Pemerintah. Beberapa akun di platform X dan Instagram membandingkan langsung desain unggahan BRIN dengan versi resmi negara. Perbedaan paling mencolok ada pada susunan perisai di dada burung garuda dan proporsi sayap.
Isi Permintaan Maaf BRIN
Dalam pernyataan resminya, BRIN menyebut kesalahan itu murni teknis dan tidak disengaja. “Kami mengakui ada ketidaksesuaian visual pada lambang negara yang kami gunakan dalam konten peringatan Hari Lahir Pancasila. Permohonan maaf kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tulis akun resmi BRIN.
Lembaga itu juga berjanji akan mengevaluasi ulang prosedur produksi konten publikasi ke depannya. BRIN memastikan akan lebih berhati-hati dalam menyajikan simbol-simbol negara pada setiap unggahan resmi.
Reaksi Warganet: Kritik hingga Usul Perbaikan
Unggahan BRIN yang keliru itu langsung mendapat respons cepat. Bukan hanya kritik, sejumlah warganet juga memberikan tautan unduhan file vektor Garuda Pancasila yang benar agar BRIN tidak mengulangi kesalahan serupa. Tagar terkait sempat ramai di linimasa beberapa jam setelah konten diunggah.
Seorang pengguna menulis, “Ini institusi riset negara, masa urusan lambang negara saja salah. Harusnya ada quality control sebelum unggah.” Yang lain menambahkan, “BRIN minta maaf itu langkah baik. Tapi ke depan, standar visual konten pemerintahan harus diperketat.”
Apa Langkah BRIN Selanjutnya?
Hingga berita ini diturunkan, BRIN belum mengumumkan sanksi internal atau perubahan prosedur produksi konten secara detail. Namun, permintaan maaf terbuka ini dinilai sebagai langkah awal meredam kritik publik. Kejadian serupa sebelumnya juga pernah menimpa beberapa institusi pemerintah lain, yang kemudian memperbarui pedoman visual mereka.
Kesalahan lambang negara di ruang digital kerap terjadi karena penggunaan file desain yang tidak terverifikasi. BRIN pun diingatkan untuk hanya merujuk pada dokumen resmi dari Sekretariat Negara saat memproduksi konten kenegaraan.
Kenapa Lambang Garuda Pancasila Harus Tepat?
Garuda Pancasila bukan sekadar logo. Ia simbol kedaulatan negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Setiap perubahan atau penyimpangan visual bisa dianggap pelecehan terhadap identitas nasional. Karena itu, setiap institusi negara wajib memastikan akurasi visual sebelum publikasi.
Apakah BRIN akan menghapus unggahan yang salah?
BRIN belum mengonfirmasi apakah konten yang menuai kritik akan dihapus atau diperbarui. Namun, lembaga itu menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kesalahan dan tidak mengulanginya di masa mendatang. Warganet pun terus memantau tindak lanjut dari permintaan maaf tersebut.