MAGELANG — Warga di tiga daerah yang saling berbatasan di Jawa Tengah bagian selatan bakal mendapatkan akses transportasi umum baru. Pemprov Jateng memastikan koridor Trans Jateng rute Temanggung–Magelang–Kabupaten Magelang pulang-pergi akan beroperasi dalam dua tahun ke depan.
Jadwal dan Jarak Antarbus: 15–20 Menit, Beroperasi Mulai Pukul 05.00
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arief Djatmiko, menyebut layanan ini akan beroperasi setiap hari mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Jarak antarbus (headway) direncanakan sekitar 15–20 menit, sehingga warga tidak perlu menunggu lama di halte.
“Layanan baru ini direncanakan melayani rute Kabupaten Temanggung–Kota Magelang–Kabupaten Magelang PP dengan 14 armada bus. Jam operasional pukul 05.00–19.00 WIB, dan jarak antarbus berkisar 15–20 menit. Layanan ini ditargetkan mulai beroperasi pada Agustus 2027,” kata Arief, Jumat (5/6/2026).
Integrasi dengan Angkutan Sekolah Gratis dan Rute Wisata
Pemprov tidak hanya menyiapkan bus utama. Arief menambahkan, koridor baru ini akan diintegrasikan dengan angkutan sekolah gratis yang sudah berjalan di Kabupaten dan Kota Magelang. Rute menuju tempat wisata di kawasan tersebut juga akan disambungkan ke layanan Trans Jateng.
“Kabupaten dan Kota Magelang sudah mempunyai angkutan sekolah gratis, dan ini akan kami integrasi juga dengan layanan Trans Jateng. Rute ke tempat wisata juga akan diintegrasikan,” ujarnya.
Kesepakatan Tiga Daerah untuk Subregional
Penambahan koridor ini merupakan hasil kesepakatan bersama antara Pemprov Jateng dengan Pemerintah Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang. Kesepakatan itu menjadi pedoman penyelenggaraan Angkutan Aglomerasi Perkotaan yang terintegrasi dengan angkutan pengumpan (feeder).
Menurut Arief, langkah ini untuk menghidupkan kembali sistem transportasi terintegrasi secara subregional maupun nasional. Saat ini, koridor Magelang–Purworejo yang sudah berjalan telah terhubung dengan moda kereta api sebagai bagian dari sistem transportasi nasional.
Trans Jateng Kini: 7 Koridor, 115 Armada di 4 Wilayah
Hingga saat ini, Trans Jateng telah beroperasi di tujuh koridor dengan total 115 unit bus. Layanan tersebut tersebar di empat wilayah pengembangan (WP), yaitu Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Kota Semarang, Purwodadi), Solo Raya, Banyumas Raya, serta Purworejo–Magelang.
Koridor baru Gelangmanggung akan menjadi tambahan kedua di wilayah barat daya Jawa Tengah setelah koridor Magelang–Purworejo. Dengan tambahan ini, konektivitas antarwilayah di selatan Jateng diharapkan semakin terintegrasi dari kota hingga pedesaan.
Berapa biaya yang harus disiapkan untuk naik Trans Jateng nanti?
Hingga berita ini diturunkan, tarif resmi untuk koridor baru Temanggung–Magelang–Kabupaten Magelang belum diumumkan. Namun, sebagai gambaran, tarif Trans Jateng di koridor lain saat ini berkisar Rp 3.500 hingga Rp 10.000 per perjalanan, tergantung jarak.
Apakah koridor ini akan terhubung dengan kereta api?
Ya. Arief menyebut koridor Magelang–Purworejo yang sudah berjalan saat ini sudah terintegrasi dengan stasiun kereta api. Koridor baru di kawasan Gelangmanggung juga direncanakan terhubung dengan moda transportasi lain, termasuk angkutan sekolah dan rute wisata.
Siapa yang paling diuntungkan dengan hadirnya koridor baru ini?
Warga di tiga daerah — Kabupaten Temanggung, Kota Magelang, dan Kabupaten Magelang — menjadi penerima manfaat utama. Pelajar yang menggunakan angkutan sekolah gratis, pekerja yang bepergian antarkota, serta wisatawan yang ingin mengakses destinasi di kawasan Magelang dan Temanggung akan mendapatkan akses transportasi yang lebih murah dan terjadwal.