JAWA TENGAH — Persaingan ponsel kelas Rp2 jutaan pada Juni 2026 tidak lagi sekadar soal harga murah. Produsen seperti Tecno, Poco, dan Motorola mulai membawa fitur yang sebelumnya hanya ada di ponsel flagship, seperti layar AMOLED 144 Hz, sensor kamera dengan Optical Image Stabilization (OIS), hingga dukungan pengisian daya nirkabel. Konsumen Indonesia kini dihadapkan pada lima opsi utama yang masing-masing memiliki keunggulan spesifik.
Tecno Pova 7 5G: Performa Gaming Tertinggi dengan Wireless Charging
Tecno Pova 7 5G menjadi pilihan paling menarik untuk pengguna yang mengutamakan performa gaming mentah. Ponsel ini ditenagai chipset Dimensity T7300 Ultimate yang mencatat skor benchmark impresif di kelasnya. Layar 144 Hz dan baterai 6.000 mAh dengan fast charging 45 watt melengkapi paket gaming-nya.
Kejutan utama hadir dari fitur wireless charging, sebuah teknologi yang masih sangat jarang ditemukan di ponsel Rp2 jutaan. Bagi gamer yang ingin pengalaman maksimal tanpa ribet kabel, Tecno Pova 7 5G layak menjadi prioritas utama.
Nubia Neo 3 5G: Shoulder Trigger Khusus untuk FPS Mobile
Nubia Neo 3 5G hadir dengan pendekatan berbeda. Ponsel ini menyematkan shoulder trigger fisik yang membuat kontrol game first-person shooter (FPS) seperti PUBG Mobile atau Call of Duty Mobile terasa lebih presisi. Chipset Unisoc T8300 5G dipadukan dengan fitur AI Game Space untuk menjaga frame rate tetap stabil.
Fitur bypass charging juga menjadi nilai tambah. Saat bermain sambil dicharge, aliran listrik langsung menuju sistem, bukan baterai, sehingga panas berlebih bisa ditekan. Ini solusi praktis untuk sesi gaming marathon.
Motorola Moto G57 Power 5G: Baterai 7.000 mAh untuk Pemakaian Harian
Bagi pengguna yang lebih sering menggunakan ponsel untuk media sosial, streaming, dan navigasi, Motorola Moto G57 Power 5G menawarkan kapasitas baterai 7.000 mAh. Angka ini jauh di atas rata-rata kompetitor di kelas Rp2 jutaan. Chipset Snapdragon 6s Gen 4 yang efisien turut membantu memperpanjang waktu pakai.
Ponsel ini bukan untuk gamer berat, melainkan untuk profesional muda atau pengguna yang tidak ingin repot mencari colokan listrik di tengah hari.
Poco M7 Pro 5G: Allrounder dengan Kamera OIS
Poco M7 Pro 5G hadir sebagai pilihan paling seimbang. Layar AMOLED 120 Hz membuat scrolling dan menonton video terasa nyaman. Chipset Dimensity 7025 Ultra cukup bertenaga untuk gaming ringan hingga menengah.
Keunggulan utama ada di sektor kamera. Sensor Sony yang didukung OIS (Optical Image Stabilization) menghasilkan foto lebih tajam dan minim blur, terutama dalam kondisi minim cahaya. Bagi pengguna yang ingin satu ponsel untuk gaming santai, fotografi, dan hiburan, Poco M7 Pro 5G adalah opsi paling rasional.
Inel S26 Ultra: Layar AMOLED 144 Hz dengan Desain Premium
Inel S26 Ultra menarik perhatian berkat desain yang mengadopsi bahasa styling flagship. Layar AMOLED 144 Hz menjadi andalan utama, memberikan pengalaman visual yang sangat mulus. Chipset Unisoc T7300 cukup untuk multitasking dan game ringan, sementara baterai 6.000 mAh memastikan daya tahan seharian.
Ponsel ini cocok untuk pengguna yang mengutamakan estetika dan kualitas layar tanpa harus merogoh kocek lebih dalam.
Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Prioritas
Tidak ada ponsel terbaik mutlak di kelas Rp2 jutaan. Tecno Pova 7 5G dan Nubia Neo 3 5G unggul untuk gaming. Motorola Moto G57 Power 5G menjadi juara daya tahan baterai. Poco M7 Pro 5G menawarkan keseimbangan di semua sektor. Sementara Inel S26 Ultra memanjakan mata dengan layar dan desain premium.
Dengan semakin ketatnya persaingan, konsumen Indonesia diuntungkan. Fitur-fitur modern yang dulu eksklusif kini bisa dinikmati tanpa membakar anggaran.