SEMARANG — Pendataan Sensus Ekonomi 2026 resmi dimulai di Jawa Tengah dengan metode door to door. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat menerima kedatangan petugas sensus dengan baik.
"Harapannya, melalui sensus ini negara semakin mudah melakukan program ekonomi untuk masyarakat Indonesia, khususnya Jawa Tengah. Ayo dukung Sensus Ekonomi 2026," ujar Taj Yasin usai didata oleh petugas BPS di rumah dinasnya.
Petugas Berseragam Rompi Khusus dan Berbekal Kartu Identitas
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah Ali Said menjelaskan, setiap petugas dibekali kartu identitas resmi, surat tugas dari BPS setempat, serta mengenakan rompi khusus Sensus Ekonomi. Dalam pelaksanaannya, biasanya dua petugas datang ke rumah warga: petugas wawancara dan petugas pengawas.
Masyarakat diminta memeriksa identitas resmi petugas sebelum memberikan data. Pemerintah menjamin seluruh informasi yang diberikan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik.
Aktivitas Ekonomi Digital Juga Didata
Pertanyaan yang diajukan petugas tidak hanya seputar kondisi ekonomi keluarga, tetapi juga mencakup aspek sosial, kondisi perumahan, dan aktivitas usaha yang dijalankan anggota keluarga. Sensus kali ini menjangkau aktivitas ekonomi digital.
"Misalnya kalau ada anggota rumah tangga yang jualan online atau YouTuber atau influencer dan sebagainya," jelas Ali Said.
Data tersebut akan membantu pemerintah menyusun program ekonomi yang lebih tepat sasaran. Semakin lengkap data yang terkumpul, semakin akurat gambaran kondisi ekonomi masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan.
Target Pendataan: Seluruh Rumah Tangga dan Pelaku Usaha di Indonesia
Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan menyasar seluruh rumah tangga dan pelaku usaha di Indonesia, termasuk usaha kecil yang dijalankan dari rumah maupun usaha berbasis digital.
Partisipasi Taj Yasin sebagai responden pertama diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus. Di Jawa Tengah, puluhan ribu petugas telah disiagakan untuk menjangkau setiap rumah tangga.