Pencarian

Puskesmas Ringinarum Kendal Tembus Top 10 IDEA Jateng 2026 Lewat Program Ojek Gizi, Ini Cara Kerja KAJEKZI

Jumat, 19 Juni 2026 • 19:34:01 WIB
Puskesmas Ringinarum Kendal Tembus Top 10 IDEA Jateng 2026 Lewat Program Ojek Gizi, Ini Cara Kerja KAJEKZI
Puskesmas Ringinarum Kendal raih Top 5 IDEA Jateng 2026 lewat program KAJEKZI.

KENDAL — Kabupaten Kendal kembali mencatatkan prestasi di tingkat provinsi. Puskesmas Ringinarum berhasil menyabet posisi lima besar kategori kabupaten/kota dalam kompetisi Inovasi Daerah Jawa Tengah (IDEA) 2026. Program unggulan mereka, Kader Ojek Gizi atau KAJEKZI, menjadi salah satu dari sepuluh inovasi terbaik yang diakui oleh BRIDA Jawa Tengah.

Kepala Bapperida Kabupaten Kendal, Izzudin Latif, mengungkapkan bahwa dari total 142 inovasi yang berpartisipasi, dua inovasi asal Kendal awalnya masuk Top 50. “KAJEKZI berhasil masuk lima terbaik kategori kabupaten/kota dan menjadi bagian dari Top 10 IDEA Jateng 2026,” ujarnya dalam kegiatan coffee morning di Kantor Bapperida, Jumat (19/6).

Bukan Sekadar Antar Makanan, Ini Tugas Kader KAJEKZI

Kepala Puskesmas Ringinarum, dr. Huda, menjelaskan bahwa KAJEKZI bukanlah program antar makanan biasa. Inovasi ini merupakan sistem pelayanan kesehatan berbasis pemberdayaan kader yang bekerja secara door to door. Tugas kader tidak hanya mengantarkan PMT berbasis pangan lokal, tetapi juga memberikan edukasi interaktif kepada keluarga sasaran.

“KAJEKZI hadir untuk mempermudah pelayanan dan menghadirkan solusi nyata dalam percepatan penurunan stunting melalui pendekatan layanan gizi yang lebih dekat dengan masyarakat,” kata dr. Huda. Para kader juga memantau kepatuhan konsumsi makanan tambahan dan mengawasi perkembangan status gizi anak secara berkala.

Dari Kendal untuk Jateng: Potensi Replikasi ke Puskesmas Lain

Keberhasilan KAJEKZI dinilai tidak terlepas dari kolaborasi lintas sektor yang solid. Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kendal, dr. Anita Dianawati, menilai program ini sangat memungkinkan untuk direplikasi di seluruh puskesmas di Kabupaten Kendal. Alasannya, program PMT telah memiliki dukungan anggaran yang jelas, termasuk untuk biaya operasional kader.

“Yang perlu terus didorong adalah kolaborasi antara puskesmas, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kader, dan seluruh lintas sektor. Dengan kerja sama yang kuat, diharapkan kasus stunting di Kabupaten Kendal terus menurun,” pungkas dr. Anita.

Sebelum menembus panggung provinsi, KAJEKZI lebih dulu meraih peringkat pertama Inovasi Terpuji kategori Puskesmas tingkat Kabupaten Kendal. Penganugerahan Top 10 IDEA Jateng 2026 akan digelar dalam rangkaian Pameran Produk Inovasi (PPI) pada 26 Juni 2026. Penghargaan rencananya diterima langsung oleh Bupati Kendal dari Gubernur Jawa Tengah.

Bagikan
Sumber: beritajateng.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks