Pencarian

Festival Film Anak Bangsa 2026 di Kudus Buktikan Cerita Sehari-hari Lebih Kuat dari Isu Besar, 92 Film Daftar

Senin, 22 Juni 2026 • 20:54:01 WIB
Festival Film Anak Bangsa 2026 di Kudus Buktikan Cerita Sehari-hari Lebih Kuat dari Isu Besar, 92 Film Daftar
Festival Film Anak Bangsa 2026 di Kudus menampilkan 92 film dengan 30 karya lolos kurasi ketat.

KUDUS — Di tengah hiruk-pikuk konten digital dan banjir referensi visual dari seluruh dunia, Festival Film Anak Bangsa (FFAB) 2026 memilih arah yang berbeda. Mengusung tema Scene The Unseen, festival yang berlangsung di Balai Budaya Rejosari, Kudus, ini tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. Lebih dari itu, FFAB ingin menjadi medium bagi generasi muda untuk membaca kehidupan lewat film.

Antusiasme peserta tahun ini menunjukkan geliat yang tak bisa diabaikan. Sebanyak 92 film mendaftar, namun hanya 30 yang berhasil melewati kurasi ketat. Dari jumlah itu, 15 film masuk dalam nominasi sembilan kategori penghargaan yang diperebutkan pada Malam Awarding, Jumat (20/6) malam.

Dari Ruang Sempit ke Layar Lebar: Cerita di Balik 92 Film

Angka-angka itu hanyalah permukaan. Di balik 92 film yang mendaftar, tersimpan proses panjang: ide yang lahir dari ruang sempit, pengambilan gambar dengan peralatan seadanya, hingga keberanian mengirimkan karya ke publik. Festival semacam ini selalu menyimpan cerita yang lebih besar dari sekadar daftar pemenang.

FFAB 2026 juga tidak berhenti pada ruang kompetisi. Penyelenggara memperluas jangkauan melalui program screening dan diskusi film di enam titik yang tersebar di Kudus, Jepara, dan Pati. Langkah ini menghadirkan film lebih dekat kepada masyarakat, seolah menegaskan bahwa karya tidak seharusnya hanya hidup di ruang tertutup.

Bagi yang tak bisa datang langsung, seluruh film hasil kurasi ditayangkan gratis melalui platform Sinea.id. Upaya ini membuka akses lebih luas, memungkinkan karya para sineas muda ditonton dari berbagai daerah.

Will Today Be A Happy Day Sapu Bersih Penghargaan Utama

Pada malam puncak, tiga nama duduk sebagai Dewan Juri: Wahyu Agung Prasetyo, Faradina Mufti, dan Cornel Innos. Mereka menilai karya berdasarkan kualitas artistik, kekuatan gagasan, kemampuan bertutur, aspek teknis, hingga kesesuaian dengan tema Scene The Unseen.

Satu per satu penghargaan diumumkan. Kategori Penata Skoring Terbaik diraih Vidyasa Duta Rudini lewat film Tutup Hari Kiamat. Penghargaan Penata Artistik Terbaik diberikan kepada Rudini lewat film Kotak Amal. Sementara kategori Editor Terbaik diraih Charles E melalui film The Grass and Not Very Grassy Kinda Thing It Does.

Namun, malam itu milik film Will Today Be A Happy Day. Sutradaranya, M. Kanz Daffa, meraih penghargaan Sutradara Terbaik dan filmnya dinobatkan sebagai Film Terbaik FFAB 2026. Putri Ramadhani meraih Pemeran Pendukung Terbaik, sementara Gendhis Maharani dinobatkan sebagai Aktris Terbaik dalam film yang sama.

Kritik Dewan Juri: Keberanian Bercerita dari Hal Terdekat Masih Jadi PR

Di tengah perayaan, Wahyu Agung Prasetyo menyampaikan pandangannya. Menurutnya, kualitas karya peserta menunjukkan perkembangan menggembirakan. Semakin banyak sineas muda yang berani mengeksplorasi bahasa visual dan cara bertutur yang lebih beragam.

“Tantangan terbesar justru bagaimana menemukan ide yang dekat dengan diri sendiri. Saya melihat banyak karya yang berangkat dari isu yang terlalu jauh dari pengalaman mereka. Padahal banyak cerita sederhana di sekitar kita yang justru memiliki kekuatan dan relevansi yang besar untuk diangkat menjadi film,” jelas Wahyu.

Pernyataan itu menjadi pengingat di tengah derasnya arus media sosial. Di tengah kemudahan mengakses cerita dari seluruh dunia, yang paling dekat justru sering terlewatkan. FFAB 2026 seolah membuktikan: cerita kecil tentang keluarga, tetangga, atau keseharian, justru bisa menjadi film paling kuat.

Bagikan
Sumber: inibaru.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks