Pencarian

Festival Jamu dan Kuliner XI Jateng, Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh Khas Rembang Ludes Terjual

Kamis, 27 Agustus 2026 • 01:18:31 WIB
Festival Jamu dan Kuliner XI Jateng, Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh Khas Rembang Ludes Terjual
Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh khas Rembang habis terjual selama Festival Jamu dan Kuliner XI Jateng pada 20-22 Agustus 2026.

REMBANG — Kesuksesan ini menjadi modal bagi Pemkab Rembang untuk melebarkan sayap promosi kuliner ke tingkat nasional hingga mancanegara. Kehadiran stan Rembang dalam gelaran yang berlangsung pada 20-22 Agustus 2026 itu membuktikan bahwa warisan kuliner lokal punya daya tarik besar di luar daerah asalnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinbudpar Kabupaten Rembang, Isti Choma Wati, mengungkapkan antusiasme pengunjung terhadap dua hidangan khas tersebut melampaui perkiraan.

"Dalam kurun waktu tiga hari penyelenggaraan, hampir 400 porsi Lontong Tuyuhan habis terjual dan lebih dari 1.000 tusuk Sate Serepeh disabu pengunjung. Ini membuktikan tingginya rasa penasaran masyarakat terhadap kuliner khas Rembang," ujar Isti, Rabu (26/8/2026).

Warisan Budaya yang Bernilai Jual Tinggi

Lontong Tuyuhan dan Sate Serepeh bukan sekadar makanan biasa. Keduanya telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Rembang, sebuah status yang menegaskan nilai historis dan keunikan resep yang diwariskan turun-temurun.

Menurut Isti, tingginya minat masyarakat di festival tersebut menjadi indikator kuat bahwa potensi WBTB Rembang memiliki cita rasa yang diakui lintas daerah. Hal ini dinilai sangat bernilai untuk terus dilestarikan sekaligus dikapitalisasi menjadi daya tarik wisata.

Target Promosi hingga ke Pasar Internasional

Keberhasilan di tingkat provinsi ini tidak membuat Dinbudpar berpuas diri. Pemkab Rembang kini membidik ruang promosi yang lebih luas, tidak hanya berhenti di level provinsi dan nasional, tetapi juga menembus pasar mancanegara.

Untuk mewujudkan target ambisius tersebut, kolaborasi berkelanjutan menjadi kata kunci. Isti menegaskan kesiapan dinasnya untuk bersinergi dengan berbagai mitra pendukung serta para pelaku subsektor ekonomi kreatif binaan di wilayah Rembang.

"Kami berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif dalam berbagai ajang promosi kepariwisataan, baik di sektor ekonomi kreatif, kuliner, maupun produk unggulan daerah lainnya," jelasnya.

Sinergi Ekonomi Kreatif untuk Industri Pariwisata

Langkah ini diharapkan mampu mendorong industri pariwisata daerah semakin maju. Dengan dukungan para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, rantai pasok kuliner khas Rembang diharapkan semakin kuat untuk memenuhi permintaan pasar yang lebih luas.

Partisipasi dalam festival berskala provinsi dinilai sebagai ajang uji pasar yang efektif. Respons positif pengunjung menjadi data berharga bagi Pemkab Rembang untuk menyusun strategi promosi yang lebih terarah di masa mendatang.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks