PATI — Jajak pendapat informal Dewan Keamanan PBB menempatkan Prof Hengki Halim di posisi teratas dengan 10 poin, unggul satu poin atas Rebecca Grynspan Mayutis dari Kosta Rika. Polling yang digelar pada 18 September 2026 tersebut bersifat anonim, sehingga yang diketahui hanya jumlah dukungan, bukan negara anggota Dewan Keamanan yang memberikan suara.
Hengki saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (25/9), membenarkan namanya masuk delapan besar informal poll PBB. Pria yang kini menjabat Sekjen WCC Zona Asia itu menyatakan dirinya masih terlalu muda untuk posisi tersebut.
"Namun umur saya masih terlalu muda," kata Hengki, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat.
Daftar Lengkap 8 Kandidat dan Perolehan Poin
Hasil jajak pendapat informal Dewan Keamanan PBB mencatat delapan nama kandidat dengan sebaran dukungan sebagai berikut:
- Hengki Halim (Indonesia) — 10 poin
- Rebecca Grynspan Mayutis (Kosta Rika) — 9 poin
- Corolyn Rodrigued Birket (Guyana) — 8 poin
- Olara Otunnu (Uganda) — 5 poin
- Rafael Mariano Grossi (Argentina) — 5 poin
- Macky Sall (Senegal) — 5 poin
- Maria Fernanda Espinosa Carces (Ecuador) — 3 poin
- Ivone A-Baki (Ecuador) — 0 poin
Peta Politik Berubah Setelah Pertemuan dengan Antonio Guterres
Dua hari sebelum polling, jumlah kandidat masih tujuh nama. Peta politik berubah setelah Sekjen PBB petahana Antonio Guterres bertemu dengan Hengki Halim. Pertemuan itu disebut membuat konfigurasi pencalonan bergeser dan papan pasangan mengerucut ke dua nama untuk posisi Sekjen dan Wakil Sekjen.
Masuknya nama Hengki dalam daftar kandidat menandai pertama kalinya seorang putra Indonesia masuk dalam bursa pencalonan Sekjen PBB. Guterres sendiri pernah menjabat Perdana Menteri Portugal 1995–2002 dan pernah menjadi asisten Javier Pérez de Cuéllar, Sekjen PBB ke-5 dari Peru.
Jadwal Pelantikan dan Masa Jabatan
Sekjen PBB ke-10 yang terpilih akan diambil sumpah jabatan pada Desember 2026. Pejabat terpilih resmi menjabat per 1 Januari 2027 untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Hengki kini mengemban tugas sebagai Sekjen WCC Zona Asia. Namanya masuk dalam jajak pendapat informal Dewan Keamanan PBB bersama tujuh kandidat lain dari berbagai negara.