PEMALANG — Prestasi itu diraih setelah santri MBS Moga menjalani latihan konsisten di lingkungan pondok pesantren. Kompetisi berlangsung sebagai wadah pembinaan sekaligus tolok ukur peningkatan kualitas atlet muda di wilayah Eks Karesidenan Pekalongan.
Mudir MBS Moga, Akhmad Nur Rifa'i, Lc., M.E.I., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi tinggi atas capaian anak didiknya.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas capaian ini. Prestasi Juara 3 lari 1.500 meter usia 16–18 tahun menjadi motivasi bagi santri untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan mengembangkan potensi yang dimiliki," tutur Akhmad Nur Rifa'i.
Wadah Penjaringan Bakat Atlet Muda Eks Karesidenan Pekalongan
Kejuaraan atletik kelompok umur ini dirancang untuk menjaring bakat-bakat potensial dari berbagai kontingen. Pesertanya mencakup Pengkab/Pengkot PASI, club atletik, hingga perwakilan sekolah di wilayah eks karesidenan.
Selain meningkatkan intensitas kompetisi regional, ajang ini menjadi jalur bagi atlet berprestasi untuk melangkah ke tingkat provinsi maupun nasional. Posisi tiga besar di nomor lari menengah menjadi bukti dedikasi santri MBS Moga selama masa latihan.
Pembinaan Seimbang antara Kitab dan Arena Olahraga
Akhmad Nur Rifa'i menambahkan bahwa raihan ini menegaskan kapasitas santri yang tidak hanya unggul pada pendalaman kitab dan akademik. Santri juga dinilai kompetitif di arena olahraga formal.
"Semoga prestasi ini menjadi awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi dan dapat menginspirasi santri lainnya," tutupnya.
Lingkungan pondok pesantren disebut mendukung peningkatan bakat dan minat para santri secara luas. Keberhasilan di nomor lari 1.500 meter ini menjadi modal bagi MBS Moga untuk menyiapkan atletnya menghadapi kompetisi tingkat provinsi dan nasional.