SEMARANG — Munawaroh (50), warga Kampung Pucung, Kelurahan Babankerep, Kecamatan Mijen, mengaku datang ke sekitar TPA setelah melihat kepulan asap dari arah lokasi. Ia tidak mengetahui secara pasti kapan api mulai kembali berkobar.
Saat berada di kampungnya, Munawaroh hanya melihat asap mengepul dari arah TPA. Kondisi itu membuatnya khawatir karena masih ada barang-barang rongsok miliknya di kawasan tersebut.
"Enggak tahu, di situ ngebul, kok ngebul aja," ujar Munawaroh.
Jarak Tempuh Warga demi Menyelamatkan Barang Rongsok
Munawaroh mengaku jarak dari tempat tinggalnya menuju kawasan TPA cukup jauh. Meski begitu, ia tetap berusaha datang untuk memastikan kondisi barang rongsok yang selama ini ia kumpulkan.
Kekhawatirannya bukan tanpa alasan. Barang yang berada di lokasi merupakan rongsok hasil pekerjaannya sehari-hari.
"Iya lah, barang saya nanti kebakaran, rongsok. Saya kerja di sini," tuturnya.
Warga Sebut Kejadian Rabu Malam Paling Besar
Munawaroh menyebut kebakaran yang terlihat pada Rabu malam menjadi salah satu kejadian terbesar yang pernah disaksikannya selama bekerja mencari barang bekas di kawasan TPA Jatibarang.
"Ini yang paling besar," ujarnya.
Bagi warga yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas mencari barang bekas, kebakaran tidak hanya mengancam keselamatan lingkungan sekitar. Barang-barang yang telah mereka kumpulkan berpotensi hangus terbakar.
Munawaroh berharap kebakaran segera ditangani agar api tidak semakin meluas. Dengan begitu, warga yang masih beraktivitas di sekitar TPA dapat kembali bekerja dengan lebih aman.
Api Mulai Terlihat Sekitar Pukul 18.00 WIB
Warga lainnya, Jamasri (56), mengatakan kebakaran mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB. Ia mengetahui kejadian itu dari warga yang memberitahunya.
"Sekitar jam 6 sore. Yang terlihat di sini kanan tadi. Saya di rumah tadi orang dari sini bilang ada sampah kebakaran," pungkasnya.
Hingga Rabu malam, mobil pemadam dan truk tangki air masih berdatangan ke kawasan TPA Jatibarang. Alat berat terus mengeruk tumpukan sampah sementara petugas berjaga di sekitar titik api.