Pencarian

Nitisemito dan Bal Tiga: 8 Juta Batang Rokok Sehari dari Kudus

Kamis, 01 Oktober 2026 • 08:06:31 WIB
Nitisemito dan Bal Tiga: 8 Juta Batang Rokok Sehari dari Kudus
Pekerja membungkus rokok kretek di pabrik Kretek Cigaretten Fabriek M. Nitisemito Koedoes, Kudus, yang mempekerjakan 10 ribu orang pada 1934.

JAWA TENGAH — Nitisemito membangun Kretek Cigaretten Fabriek M. Nitisemito Koedoes di Kudus dan pada 1934 mempekerjakan 10 ribu orang dengan produksi 8 juta batang rokok per hari. Skala usaha itu membuatnya dijuluki Raja Kretek, jauh sebelum industri rokok nasional diisi nama-nama besar seperti sekarang. Jejak kerajaannya tersimpan di Museum Kretek, dari dokumen keuangan sampai peralatan produksi.

Arsip Nasional Republik Indonesia mencatat Nitisemito lahir di Kudus pada 1863 dengan nama Roesdi, anak Haji Soelaiman, seorang lurah di Desa Janggalan. Ia tidak mengikuti jejak ayahnya di ranah pemerintahan. Roesdi memilih berdagang, menjalani beberapa usaha sebelum akhirnya masuk ke bisnis tembakau dan rokok.

Dari Usaha Rumahan ke Pabrik Berbadan Hukum

Kajian jurnal Jantra terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyebut usaha Nitisemito awalnya berskala kecil. Ia lantas mengangkat produksi kretek yang sebelumnya banyak dikerjakan secara rumahan menjadi industri yang lebih terorganisasi.

Bisnis kretek mulai dikembangkan pada awal 1900-an. Pada 1914, Nitisemito mendaftarkan merek Tjap Tiga Bal dan membangun pabrik yang dikenal sebagai Kretek Cigaretten Fabriek M. Nitisemito Koedoes. Sebelum identik dengan Bal Tiga, ia sempat memakai beberapa merek lain.

Logo tiga bulatan pada kemasan menjadi identitas dagangnya. Kajian Jantra mencatat Nitisemito termasuk pelopor penggunaan merek dan kemasan dalam pemasaran kretek di Hindia Belanda.

Radio Sendiri sampai Brosur dari Udara

Strategi pemasaran Bal Tiga tergolong agresif untuk ukuran zamannya. Nitisemito memakai hadiah untuk menarik konsumen, mengoperasikan kendaraan sebagai sarana distribusi sekaligus promosi, dan memiliki radio sendiri bernama Kudusche Radio Bal Tiga Vereniging.

Cara promosi yang paling banyak dikenang adalah penggunaan pesawat. Pesawat itu dipakai untuk menyebarkan brosur rokok Bal Tiga dari udara. Produksi perusahaan terus naik hingga mencapai 10 ribu pekerja pada 1934.

Jaringan Agen dari Aceh sampai Boven Digul

Produk Bal Tiga dipasarkan ke berbagai wilayah Indonesia dan Singapura. Jurnal Universitas Diponegoro mengenai Museum Kretek mencatat agen Bal Tiga tersebar dari Aceh hingga Boven Digul. Dokumen yang tersimpan di museum juga menunjukkan hubungan dagang dengan Batam, Singapura, dan Johor.

Besarnya bisnis tersebut membuat Nitisemito dikenal sebagai Raja Kretek. Kajian sejarah Museum Kretek menyebut ia bahkan dikenal dengan istilah "Koning der Koningen", atau raja di antara raja-raja kretek di Hindia Belanda.

Sistem Administrasi dan Kunjungan Gubernur Jenderal

Perusahaan Nitisemito punya sistem administrasi sendiri. Museum Kretek menyimpan dokumen seperti Journal Keuangan Nitisemito, laporan pemasukan, dan berbagai dokumen transaksi perusahaan.

Jejaknya masuk pula ke catatan pemerintahan kolonial. Kajian Universitas Diponegoro mencatat Gubernur Jenderal Hindia Belanda mengunjungi perusahaan Bal Tiga pada 1937.

Keruntuhan Setelah Perang dan Wafatnya Sang Pendiri

Bal Tiga tidak bertahan selamanya. Perusahaan mulai menghadapi persoalan internal, persaingan yang semakin ketat, serta masalah dalam pengelolaan usaha. Kondisi memburuk setelah perubahan ekonomi akibat Perang Dunia II dan pendudukan Jepang.

Setelah Nitisemito meninggal pada 1953, kejayaan Bal Tiga semakin meredup. Kerajaan bisnis yang pernah menghasilkan jutaan batang rokok setiap hari itu tinggal sejarah.

Jejaknya masih tersimpan di Museum Kretek, mulai dari dokumen perusahaan, foto, benda promosi, hingga peralatan bisnis.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: finance.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks