Wagub Jateng Terbang Paralayang Perdana di Curug Sewu untuk Promosi Sport Tourism

Penulis: Heri Wijaya  •  Sabtu, 02 Mei 2026 | 16:35:04 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melakukan penerbangan paralayang perdana di Curug Sewu.

Kendal — Sensasi terbang di atas air terjun menjadi pengalaman baru bagi Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Dari ketinggian, panorama hijau perbukitan berpadu dengan derasnya aliran air terjun menciptakan pemandangan yang memukau.

Paralayang Perdana di Curug Sewu

Taj Yasin menjajal atraksi tandem paralayang di kawasan Curug Sewu pada Sabtu (2/5/2026). Pengalaman ini bukan sekadar uji nyali, melainkan bagian dari upaya mempromosikan potensi pariwisata Jawa Tengah, khususnya sektor sport tourism.

Usai mendarat, Wagub mengungkapkan kesan mendalam dari pengalaman tersebut. "Pengalaman pertama ini memuaskan dan memacu adrenalin," ujarnya.

Lokasi lepas landas di Curug Sewu menawarkan keunggulan yang jarang ditemukan di destinasi paralayang lain. Pemandangan langsung ke arah air terjun menciptakan daya tarik unik yang berpotensi menjaring wisatawan domestik maupun mancanegara.

Rencana Pengembangan Layanan Harian

Taj Yasin menilai potensi paralayang di Curug Sewu perlu dikembangkan secara serius. Salah satu langkah strategis adalah membuka layanan tandem paralayang setiap hari agar dapat diakses lebih luas oleh wisatawan.

"Kalau ini bisa dibuka setiap hari, tentu akan berdampak pada ekonomi daerah, termasuk UMKM di sekitar lokasi," katanya.

Wagub juga memandang keberadaan paralayang di Curug Sewu akan memperkaya pilihan destinasi wisata di Jawa Tengah. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2027, yang mendorong penguatan sektor pariwisata dan ekonomi syariah.

Konektivitas Penerbangan dan Integrasi Destinasi

Taj Yasin optimistis destinasi ini mampu menjadi magnet pariwisata dengan dukungan konektivitas penerbangan dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. Bandara kini telah melayani rute internasional ke Singapura dan Malaysia, serta merencanakan pengembangan rute langsung ke Thailand.

Lebih dari itu, Wagub mendorong kolaborasi antarwilayah untuk mengembangkan paket wisata terpadu. Strategi ini bertujuan agar wisatawan dapat tinggal lebih lama di Jawa Tengah dan meningkatkan pengeluaran di berbagai sektor ekonomi lokal.

"Kalau objek wisata saling terintegrasi, wisatawan akan lebih lama tinggal dan belanjanya juga meningkat," ujarnya.

Respons Positif dari Pengelola dan Atlet

Pihak pengelola Curug Sewu menyambut positif kunjungan Wagub. Achmad Trisno, mewakili pengelola, menyebut momentum ini penting untuk memperkenalkan Curug Sewu ke publik yang lebih luas.

"Kami sangat senang dengan antusiasme beliau, apalagi langsung mencoba terbang. Ini di luar ekspektasi kami," ujarnya.

Dukungan juga datang dari kalangan atlet paralayang. Trissa Flora Tehupeiory, yang turut menjajal lokasi ini, mengaku terkesan dengan lanskap alam yang ditawarkan. "Seru banget, pemandangannya curug, tadi juga sempat lihat pelangi," katanya.

Potensi Ekonomi dan Pariwisata Jangka Panjang

Curug Sewu kini diproyeksikan menjadi magnet pariwisata baru Jawa Tengah. Kombinasi panorama alam yang memukau, sensasi olahraga ekstrem, dan aksesibilitas yang terus ditingkatkan menciptakan ekosistem wisata yang kompetitif.

Pengembangan layanan paralayang harian di lokasi ini diharapkan dapat meningkatkan multiplier effect ekonomi, mulai dari sektor perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi lokal. Dengan infrastruktur penerbangan yang semakin baik, Jawa Tengah semakin mampu bersaing sebagai destinasi sport tourism regional.

Reporter: Heri Wijaya
Back to top