Apple TV+ mencatat rekor kualitas konten tertinggi tahun ini melalui dua serial orisinal baru yang meraih skor 97 persen di Rotten Tomatoes. Keberhasilan Widow’s Bay dan Margo’s Got Money Troubles memperkuat posisi Apple di tengah persaingan layanan streaming global. Keduanya kini menjadi tayangan dengan ulasan kritikus terbaik di platform tersebut sepanjang 2024.
Layanan streaming Apple TV+ mencapai titik balik kualitas tertinggi sepanjang 2024. Dua serial terbarunya, Widow’s Bay dan Margo’s Got Money Troubles, secara mengejutkan meraih skor identik 97 persen dari para kritikus di platform Rotten Tomatoes.
Pencapaian ini menempatkan keduanya sebagai konten dengan ulasan terbaik di katalog Apple tahun ini. Tren positif tersebut muncul tepat sebelum Apple memulai rangkaian program musim panas yang digadang-gadang menjadi yang terbesar dalam sejarah perusahaan.
Dominasi David E. Kelley dan Deretan Bintang Kelas A
Serial terbatas Margo’s Got Money Troubles menjadi bukti tangan dingin David E. Kelley dalam mengolah drama komedi. Kelley, yang sebelumnya sukses lewat Presumed Innocent, mengadaptasi novel karya Rufi Thorpe ini dengan menggandeng nama-nama besar Hollywood.
Elle Fanning berperan sebagai Margo, seorang mahasiswa yang putus kuliah dan harus berjuang menghidupi bayinya di tengah tumpukan tagihan. Nama-nama besar seperti Michelle Pfeiffer, Nick Offerman, hingga Nicole Kidman turut memperkuat jajaran pemain dalam drama keluarga yang menyentuh sekaligus jenaka ini.
Saat ini, enam episode pertama sudah tersedia bagi pelanggan. Apple menjadwalkan peluncuran episode baru setiap hari Rabu. Proyek ini sekaligus memperpanjang kerja sama Kelley dengan Apple, yang juga sedang menyiapkan serial The Bonfire of the Vanities bersama sutradara Matt Reeves.
Eksperimen Genre Hiro Murai di Widow’s Bay
Berbeda dengan drama keluarga Margo, Widow’s Bay menawarkan campuran horor, komedi, dan thriller yang tidak biasa. Disutradarai oleh Hiro Murai, serial ini menceritakan upaya seorang wali kota di kota pulau terpencil untuk memulihkan ekonomi daerahnya di tengah ancaman kutukan kuno.
Matthew Rhys memerankan Tom Loftis, wali kota yang harus menghadapi warga lokal takhayul dan ketiadaan sinyal seluler di wilayahnya. Kritikus memuji keberanian kreator Katie Dippold dalam menggabungkan elemen horor murni dengan komedi berbasis karakter yang kuat.
Tiga episode awal sudah bisa dinikmati oleh pengguna. Apple akan terus merilis episode terbaru setiap pekan hingga 17 Juni mendatang. Konsistensi skor 97 persen dari 58 ulasan kritikus membuktikan bahwa eksperimen genre ini berhasil diterima pasar global.
Biaya Langganan dan Ekosistem Perangkat Apple
Layanan Apple TV+ dibanderol dengan harga $12,99 atau sekitar Rp 208.000 per bulan. Pengguna di Indonesia juga bisa mengaksesnya melalui paket bundle Apple One yang menawarkan nilai lebih kompetitif karena menggabungkan penyimpanan iCloud, Apple Music, dan Apple Arcade.
Untuk mendukung pengalaman menonton, Apple juga terus memperbarui jajaran aksesorinya. Beberapa produk yang kini tersedia di pasar global antara lain:
- AirPods Pro 3: Generasi terbaru earphone TWS dengan fitur peredam bising yang lebih cerdas, dijual seharga $199 atau sekitar Rp 3,1 juta.
- AirTag 2: Perangkat pelacak lokasi yang kini hadir dengan daya tahan baterai lebih lama dan akurasi posisi yang ditingkatkan.
- Adaptor Pengisi Daya 100W USB-C: Aksesori pengisian daya cepat yang mendukung mobilitas pengguna iPhone dan iPad terbaru.
Strategi Apple yang mengawinkan kualitas konten premium dengan ekosistem perangkat keras yang kuat tampaknya mulai membuahkan hasil. Skor kritik yang tinggi menjadi modal penting bagi Apple TV+ untuk tetap relevan di tengah dominasi pemain lama seperti Netflix dan Disney+.