Pencarian

Google Health Resmi Gantikan App Fitbit, Gandeng Tracker Minimalis Fitbit Air

Kamis, 07 Mei 2026 • 22:41:01 WIB
Google Health Resmi Gantikan App Fitbit, Gandeng Tracker Minimalis Fitbit Air
Google resmi mengganti aplikasi Fitbit menjadi Google Health dengan platform kesehatan terintegrasi bertenaga AI.

Google resmi mempensiunkan merek aplikasi Fitbit menjadi Google Health sembari memperkenalkan pelacak kebugaran tanpa layar bernama Fitbit Air. Langkah strategis ini menyatukan seluruh ekosistem kesehatan Google ke dalam satu platform bertenaga AI yang mulai tersedia secara global. Konsumen kini mendapatkan pengalaman pemantauan kesehatan yang lebih terintegrasi melalui satu pintu utama.

Google akhirnya menuntaskan integrasi panjang sejak akuisisi Fitbit pada 2021 dengan mengubah identitas aplikasi Fitbit menjadi Google Health. Platform ini dirancang sebagai pusat kendali data kesehatan yang mengumpulkan informasi dari berbagai perangkat wearable, Health Connect, hingga Apple Health. Pengguna aplikasi Google Fit juga akan dipindahkan ke platform baru ini mulai akhir tahun 2024.

Ekosistem Kesehatan Terpadu dalam Satu Aplikasi Google Health

Perubahan ini bukan sekadar pergantian nama, melainkan perombakan cara Google mengelola data kebugaran pengguna. Melalui Google Health, raksasa teknologi ini menawarkan dasbor yang dapat dipersonalisasi untuk memantau tren kesehatan jangka panjang. Di pasar Amerika Serikat, aplikasi ini bahkan mampu melakukan sinkronisasi rekam medis seperti hasil laboratorium, tanda vital, dan jadwal pengobatan secara aman.

"Aplikasi Fitbit memasuki era baru dan naik level menjadi aplikasi Google Health," ungkap Google dalam pernyataan resminya. Integrasi ini memungkinkan pengguna mendapatkan pandangan holistik mengenai kondisi fisik mereka. Pengguna juga segera mendapatkan fitur untuk membagikan data kesehatan tersebut kepada keluarga atau dokter pribadi secara terenkripsi.

Fitbit Air Hadir Tanpa Layar untuk Pemantauan Kebugaran Minimalis

Bersamaan dengan pembaruan perangkat lunak tersebut, Google merilis Fitbit Air seharga $99,99 atau sekitar Rp 1,6 juta. Perangkat ini tampil sangat minimalis tanpa layar, menyerupai batu kecil (pebble) yang fokus pada pemantauan kesehatan proaktif di balik layar. Tanpa gangguan notifikasi atau tampilan visual di pergelangan tangan, baterai Fitbit Air diklaim mampu bertahan hingga satu pekan penuh.

Meski ukurannya mungil, Fitbit Air dibekali sensor detak jantung 24/7, pemantau saturasi oksigen (SpO2), hingga deteksi ritme jantung untuk peringatan Afib. Google juga menyediakan edisi spesial Stephen Curry seharga $129 (sekitar Rp 2,06 juta) yang dilengkapi lapisan tahan air khusus dan desain interior timbul. Kedua model ini dijadwalkan mulai dikirimkan ke konsumen pada 26 Mei mendatang.

  • Sensor detak jantung optik dan pemantau suhu perangkat.
  • Ketahanan air dan debu dengan rating IP68.
  • Pelacakan otomatis untuk aktivitas fisik umum.
  • Analisis tahapan tidur, durasi, dan variabilitas detak jantung.

Integrasi AI Health Coach dan Skema Langganan Premium Baru

Layanan Google Health Premium, yang sebelumnya bernama Fitbit Premium, kini menyertakan fitur AI Health Coach dengan biaya langganan $9.99 (sekitar Rp 160 ribu) per bulan. Pelatih berbasis kecerdasan buatan ini mampu memberikan rekomendasi kebugaran personal dan panduan olahraga langkah demi langkah. Fitur ini tersedia secara global dan menjadi nilai tambah bagi pelanggan paket Google AI Pro atau Ultra.

Namun, desain tanpa layar pada Fitbit Air membawa konsekuensi pada hilangnya beberapa fitur canggih. Berbeda dengan Fitbit Charge 6 yang lebih mahal, Fitbit Air tidak memiliki aplikasi ECG bawaan dan sensor EDA Scan untuk manajemen stres. Pengguna yang menginginkan analisis beban kardio tetap harus berlangganan paket Premium untuk membuka potensi penuh dari data yang dikumpulkan sensor perangkat.

Google juga mulai menjual berbagai jenis strap mulai dari harga $34,99 atau sekitar Rp 560 ribu. Langkah ini mempertegas posisi Fitbit Air sebagai perangkat gaya hidup yang diskret namun tetap bertenaga secara fungsional. Upaya ini menjadi sinyal kuat bahwa Google ingin menjadikan kesehatan sebagai pilar utama dalam ekosistem perangkat keras mereka di masa depan.

Bagikan
Sumber: thurrott.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks