SEMARANG — Dinas Pendidikan Kota Semarang melakukan penguatan signifikan pada jalur afirmasi dalam pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026. Fokus utama kebijakan ini adalah menjamin akses pendidikan bagi kelompok masyarakat rentan melalui sistem yang terintegrasi langsung dengan puluhan sekolah swasta di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, menyatakan bahwa pendaftar jalur afirmasi yang tidak diterima di sekolah negeri kini tidak perlu lagi mencari sekolah secara mandiri. Sistem terbaru akan secara otomatis menempatkan mereka pada sekolah swasta yang telah bermitra dengan pemerintah daerah.
"Jalur afirmasi akan kita perkuat, dulu keluarga kurang mampu harus mencari sekolah sendiri jika tidak diterima di negeri, sekarang otomatis akan masuk ke sistem yang sudah terintegrasi," ujar Ahsan, Rabu (6/5/2026).
Sistem Otomatis: 133 Sekolah Swasta Siap Tampung Siswa Afirmasi
Langkah integrasi ini melibatkan sedikitnya 133 sekolah swasta yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan di Kota Semarang. Penempatan siswa akan diatur sepenuhnya oleh sistem yang disusun Disdik untuk memastikan efisiensi dan pemerataan akses pendidikan bagi warga kurang mampu.
Rincian sekolah swasta yang tergabung dalam sistem integrasi ini meliputi:
- 40 Taman Kanak-kanak (TK)
- 48 Sekolah Dasar (SD)
- 45 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Ahsan menegaskan bahwa skema ini bertujuan untuk menekan angka putus sekolah di Semarang. Dengan adanya kepastian kursi di sekolah swasta mitra, beban psikologis dan finansial orang tua dari kelompok rentan diharapkan dapat berkurang secara signifikan.
Rincian Kuota: Afirmasi SD 20 Persen dan SMP 25 Persen
Pemerintah Kota Semarang telah menetapkan komposisi kuota yang spesifik untuk setiap jenjang. Untuk jenjang TK dan SD, kuota jalur afirmasi dipatok sebesar 20 persen, sedangkan sisanya dialokasikan untuk jalur domisili dan mutasi orang tua.
Pada jenjang SMP, porsi afirmasi digabungkan dengan jalur prestasi dengan total kuota 25 persen. Sementara itu, jalur domisili mendapatkan porsi terbesar yakni 40 persen, dengan sisa kuota lainnya yang masih dapat dioptimalkan sesuai kebutuhan lapangan.
"Masih ada sisa kuota yang bisa dimanfaatkan untuk domisili maupun afirmasi, dan kami tegaskan tidak ada titipan dalam proses ini," tegas Ahsan di hadapan awak media.
Indikator Prestasi: Tes Kemampuan Akademik Jadi Bobot Tertinggi
Selain fokus pada afirmasi, Disdik Semarang juga memperketat indikator seleksi pada jalur prestasi. Berbeda dengan tahun sebelumnya, Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini ditetapkan sebagai indikator dengan bobot penilaian paling tinggi dalam proses penyaringan siswa.
Terdapat empat komponen utama yang akan menjadi dasar penilaian seleksi jalur prestasi, yakni TKA, rata-rata nilai rapor, capaian nilai kejuaraan, serta penilaian pendidikan karakter. Detail teknis mengenai pembobotan ini akan dituangkan dalam petunjuk operasional SPMB dalam waktu dekat.
Sesuai jadwal, pendaftaran SPMB 2026 untuk jenjang TK dan SD Negeri akan dibuka mulai 8 Juni 2026. Sementara itu, untuk jenjang SMP Negeri, proses pendaftaran baru akan dimulai pada 22 Juni 2026.