Pencarian

Merdeka Gold Resources Bidik 115 Ribu Ons Emas pada 2026

Sabtu, 09 Mei 2026 • 23:12:01 WIB
Merdeka Gold Resources Bidik 115 Ribu Ons Emas pada 2026
PT Merdeka Gold Resources mencatat produksi emas 1.818 ounces pada kuartal I 2026.

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan produksi emas sebanyak 1.818 ounces pada kuartal I 2026 dengan volume penjualan perdana sebesar 516 ounces. Capaian awal tahun ini menjadi pijakan perseroan untuk mengejar target produksi tahunan hingga 115.000 ounces seiring rencana ekspansi fasilitas pengolahan. Manajemen optimis peningkatan skala operasi pada semester kedua akan mendorong efisiensi biaya secara signifikan.

Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan bahwa saat ini perseroan melihat adanya momentum kuat dalam peningkatan volume produksi. Tren positif ini diyakini akan terus berlanjut dan menjadi lebih konsisten di masa mendatang. Fokus utama manajemen saat ini adalah memastikan peningkatan skala operasi berjalan sesuai rencana untuk mengoptimalkan kinerja perusahaan.

Target Produksi dan Efisiensi Biaya 2026

Untuk sepanjang tahun 2026, emiten berkode saham EMAS ini mematok target produksi emas di kisaran 100.000 hingga 115.000 ounces. Pada fase awal tahun ini, struktur biaya memang tercatat masih cukup tinggi. Cash cost pada kuartal pertama mencapai USD 1.202 per ounce termasuk royalti, atau sebesar USD 969 per ounce jika komponen royalti tidak dihitung.

Manajemen memperkirakan beban biaya ini akan menurun secara bertahap seiring dengan bertambahnya volume produksi. Perseroan menargetkan cash cost bergerak menuju kisaran panduan USD 900 hingga USD 1.100 per ounce untuk tahun 2026. Angka tersebut merupakan perhitungan di luar kredit perak dan royalti.

Ekspansi Fasilitas Pengolahan Heap Leach

Kapasitas pengolahan saat ini masih terbatas karena hanya ditopang oleh satu unit heap leach pad aktif. Kondisi tersebut membuat volume bijih yang diproses belum mencerminkan tingkat efisiensi operasi yang optimal. Guna mengatasi hambatan ini, perseroan sedang mempercepat penyelesaian pembangunan sisa kapasitas fasilitas tersebut.

“Perseroan tengah menyelesaikan pembangunan sisa kapasitas heap leach dan menargetkan pengoperasian dua sel aktif pada paruh kedua 2026,” ujar Boyke Poerbaya Abidin dalam keterangan resminya.

Penambahan fasilitas ini diharapkan mampu mendongkrak laju penumpukan bijih serta produksi emas secara material. Manajemen memproyeksikan sebagian besar volume produksi tahun ini akan terealisasi pada semester II 2026, saat infrastruktur tambahan sudah berfungsi penuh.

Optimalisasi Tambang dan Eksplorasi Kolokoa

Dari sisi hulu, aktivitas penambangan menunjukkan perkembangan yang stabil dengan total produksi bijih mencapai 2,5 juta ton. Operasional di lapangan didukung oleh pengembangan jalan angkut atau haul road serta optimalisasi armada alat berat berkapasitas besar. Penggunaan armada besar ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional per unit.

Paralel dengan kegiatan produksi, Merdeka Gold Resources gencar melakukan eksplorasi di wilayah Kolokoa. Dalam waktu empat bulan, pengeboran di lokasi tersebut telah memberikan indikasi tambahan sumber daya yang signifikan. Temuan awal ini menjadi sinyal positif bagi potensi perpanjangan umur tambang perseroan melalui perluasan basis sumber daya di masa depan.

Bagikan
Sumber: tambang.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks