SOLO — Pemerintah Kota Surakarta mulai merealisasikan peningkatan infrastruktur pengendali banjir di kawasan Kampung Ledoksari, Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan. Langkah strategis ini dilakukan dengan mengganti mesin pompa lama dengan unit baru yang memiliki daya sedot jauh lebih besar.
Peningkatan kapasitas ini mencapai lima kali lipat dari kondisi sebelumnya. Mesin baru tersebut diproyeksikan mampu membuang air hingga 250 liter per detik ke saluran pembuangan utama untuk meminimalisir genangan di pemukiman.
Langkah teknis ini diambil setelah evaluasi mendalam terhadap banjir yang rutin merendam pemukiman warga saat intensitas hujan tinggi. Kapasitas pompa lama dinilai sudah tidak memadai lagi untuk menangani volume debit air yang masuk ke wilayah Ledoksari.
Pemerintah daerah memprioritaskan titik ini karena dampaknya yang langsung dirasakan ratusan kepala keluarga. Dengan kapasitas 250 liter per detik, durasi genangan air di jalan maupun rumah warga diharapkan dapat surut dalam waktu yang jauh lebih singkat.
Pihak Pemkot Solo menjadwalkan pengerjaan fisik penggantian pompa pada musim kemarau tahun ini. Pemilihan waktu tersebut bertujuan agar proses instalasi mesin dan pembangunan rumah pompa tidak terkendala oleh luapan air sungai atau genangan hujan.
Sembari menunggu pengerjaan permanen rampung, otoritas setempat menyiagakan dua unit pompa portabel di lokasi. Unit darurat ini tetap disiagakan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi sebelum proyek selesai.
"Sembari menunggu pengerjaan di musim kemarau, dua pompa portable disiagakan di lokasi," tulis laporan resmi terkait penanganan banjir di wilayah Pajang tersebut.
Kawasan Ledoksari merupakan salah satu titik rawan banjir di Kota Solo karena letak geografisnya yang berada di cekungan. Peningkatan kapasitas mesin pompa menjadi solusi utama yang paling realistis untuk mempercepat pengaliran air menuju sungai.
Pengerjaan infrastruktur ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memetakan kembali titik-titik rawan genangan di seluruh kecamatan. Fokus utama saat ini adalah memperkuat sistem drainase mekanis di wilayah yang tidak bisa mengandalkan gravitasi alami.
Warga setempat diharapkan tetap menjaga kebersihan saluran air di sekitar rumah pompa. Sinergi antara infrastruktur yang mumpuni dan kesadaran lingkungan menjadi kunci agar Kampung Ledoksari benar-benar bebas dari ancaman banjir tahunan.