SURAKARTA — Manajemen Persis Solo turun tangan langsung untuk membakar semangat para pemain menghadapi jadwal padat di penghujung musim. Astrid, perwakilan manajemen Laskar Sambernyawa, memantau langsung persiapan tim guna memastikan kesiapan mental skuad dalam menghadapi tiga partai hidup mati.
Kehadiran manajemen di lapangan menjadi sinyal keseriusan klub dalam mengamankan posisi di klasemen. Persis Solo saat ini dihadapkan pada situasi sulit yang mengharuskan mereka meraih hasil maksimal di sisa kompetisi agar tidak terlempar ke kasta kedua musim depan.
Perjuangan Laskar Sambernyawa dimulai dengan menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Manahan pada Sabtu (9/5/2026). Pertandingan ini dianggap sebagai kunci pembuka jalan sebelum menghadapi dua tantangan berikutnya yang memiliki tingkat kesulitan serupa.
Setelah meladeni tim asal Surabaya, Persis dijadwalkan menjamu Dewa United Banten FC pada 16 Mei 2026. Rangkaian laga krusial ini akan ditutup dengan pertandingan melawan Persita Tangerang yang diprediksi menjadi penentu akhir nasib tim kebanggaan warga Solo tersebut.
Optimisme tinggi diusung manajemen bahwa tim mampu melewati fase kritis ini dengan hasil positif. Astrid menekankan pentingnya kerja keras dan konsentrasi penuh di setiap menit pertandingan agar target menyapu bersih sembilan poin dapat terealisasi tanpa hambatan berarti.
Dukungan suporter di Stadion Manahan diharapkan menjadi faktor pembeda dalam dua laga kandang yang tersedia. Atmosfer stadion di Surakarta diyakini mampu memberikan tekanan bagi tim tamu sekaligus meningkatkan kepercayaan diri para pemain Persis Solo di tengah tekanan klasemen.
Manajemen menegaskan bahwa seluruh elemen tim saat ini fokus pada pemulihan fisik dan pemantapan strategi. Kemenangan di laga perdana melawan Persebaya menjadi harga mati untuk menjaga momentum positif hingga pertandingan terakhir musim ini.