SURAKARTA — Warga Solo yang selama ini enggan atau kesulitan berkonsultasi soal kesehatan mental kini bisa datang ke Posyandu Plus terdekat. Pemkot Surakarta memastikan 636 posyandu di seluruh kota telah memiliki layanan psikolog gratis yang siap melayani masyarakat tanpa dipungut biaya.
Sebanyak 70 psikolog profesional diterjunkan ke posyandu-posyandu tersebut. Mereka tidak hanya melayani konsultasi, tetapi juga melakukan deteksi dini gangguan mental pada warga, mulai dari anak-anak hingga lansia.
“Kami ingin layanan psikolog tidak lagi terkesan eksklusif atau mahal. Dengan masuk ke Posyandu Plus, warga bisa konsultasi sambil mengukur tekanan darah atau imunisasi anak,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta dalam keterangan resmi.
Selama ini, stigma dan biaya menjadi penghalang utama warga Solo untuk berkonsultasi ke psikolog. Dengan layanan gratis di posyandu, Pemkot berharap angka gangguan mental ringan seperti stres dan kecemasan bisa tertangani lebih awal.
Posyandu Plus sendiri merupakan program pengembangan posyandu reguler yang mencakup layanan tambahan, termasuk konseling gizi dan kini psikologi. Semua layanan tersedia tanpa perlu rujukan dari puskesmas.
Warga cukup datang ke Posyandu Plus di kelurahan masing-masing pada jam operasional. Tidak perlu mendaftar khusus atau membawa surat pengantar. Jadwal kehadiran psikolog di setiap posyandu diatur secara bergilir oleh Dinas Kesehatan setempat.
Pemkot juga menyiapkan sistem pencatatan digital agar riwayat konsultasi warga bisa terpantau tanpa harus bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang berbeda.
Layanan ini mencakup konsultasi umum terkait stres sehari-hari, kecemasan, masalah pengasuhan anak, hingga deteksi dini gangguan mental berat. Psikolog yang bertugas juga memberikan edukasi singkat kepada kader posyandu agar bisa menjadi pendamping awal bagi warga.
Program ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Surakarta menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas layanan dasar, sejajar dengan kesehatan fisik.