Waket DPRD Jateng Mohammad Saleh Dorong Teori Politik Tak Hanya di Kampus, Tapi Bisa Baca Perilaku Pemilih di Lapangan

Penulis: Eko Saputro  •  Minggu, 24 Mei 2026 | 12:41:37 WIB
Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh menekankan pentingnya penerapan teori politik dalam memahami perilaku pemilih di lapangan.

SEMARANG — Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Mohammad Saleh mendorong agar teori ilmu politik tidak hanya menjadi diskursus di lingkungan kampus. Menurutnya, konsep-konsep akademik itu harus relevan untuk membaca strategi kampanye, perilaku pemilih, dan dinamika kekuasaan di era digital.

“Teori itu penting, tetapi akan lebih bermakna jika bisa digunakan untuk membaca perilaku pemilih, strategi kampanye, dan dinamika kekuasaan yang nyata di lapangan,” ujar Saleh dalam diskusi bedah buku Shortcut Teori-Teori Pilihan dalam Ilmu Politik di Ruang Teater Gedung C FISIP Undip.

Keputusan Politik Tak Lagi Sepenuhnya Rasional

Saleh yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah menyoroti bahwa dalam praktik politik kontemporer, keputusan pemilih sering kali tidak sepenuhnya rasional seperti yang dijelaskan dalam teori klasik. Faktor emosional, kedekatan sosial, hingga framing media turut memengaruhi pilihan politik masyarakat.

“Hari ini, pertarungan politik bukan hanya soal program, tetapi juga soal persepsi, narasi, dan bagaimana realitas dibingkai di ruang publik,” tambahnya.

Media Sosial Ubah Cara Kandidat Membangun Citra

Ia juga menyoroti perubahan lanskap politik akibat perkembangan teknologi digital. Menurut Saleh, media sosial telah mengubah secara fundamental cara kandidat membangun citra dan berinteraksi dengan pemilih. Kampanye yang dulu mengandalkan tatap muka kini bergeser ke komunikasi digital yang terjadi setiap saat.

“Ini membuat teori-teori politik harus mampu menjelaskan fenomena baru seperti digital campaigning dan microtargeting,” jelas politikus Partai Golkar tersebut.

Forum Jembatani Akademisi dan Praktisi Politik

Bedah buku ini turut menghadirkan penulis Muhammad Adnan yang memaparkan gagasan utama dalam bukunya, serta akademisi FISIP Undip Wijayanto yang mengulas dimensi politik digital. Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus memperkuat tradisi diskusi ilmiah yang kritis dan aplikatif.

Acara yang diikuti mahasiswa, akademisi, dan pemerhati politik itu diharapkan dapat membangun jembatan yang lebih kuat antara dunia akademik dan praktik politik. Sehingga, teori tidak hanya dipahami, tetapi juga dapat diterapkan dalam membaca realitas demokrasi yang terus berkembang.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: beritajateng.tv This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top