JAWA TENGAH — Kepastian itu disampaikan Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, usai bertemu Presiden Federasi Sepak Bola Iran, Mehdi Taj. Pertemuan berlangsung di tengah ketegangan politik yang memanas antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak Februari lalu.
“Kami mengadakan pertemuan yang sangat baik dan konstruktif bersama Federasi Sepak Bola Iran. Kami bekerja sama dengan sangat dekat dan menantikan kehadiran mereka di Piala Dunia FIFA,” ujar Grafstrom dalam pernyataan resmi.
Dua Isu Krusial: Lokasi Pertandingan dan Visa
Iran sempat mengajukan permintaan agar pertandingan fase grup dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko. Alasan utamanya adalah ketegangan diplomatik pasca serangan yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari 2026.
Presiden FIFA Gianni Infantino menolak permintaan itu. Jadwal awal tetap berlaku: Iran akan menghadapi Selandia Baru (15 Juni, Los Angeles), Belgia (21 Juni, Los Angeles), dan Mesir (26 Juni, Seattle). Selama turnamen, Iran bermarkas di Tucson, Arizona.
Soal visa bagi pemain dan ofisial, FIFA belum memberikan rincian teknis. Namun, Mehdi Taj mengklaim seluruh kekhawatiran sudah mendapat respons positif.
“Saya senang mereka mendengarkan seluruh poin yang kami sampaikan dan memberikan solusi untuk masing-masing persoalan. Saya berharap tim nasional kami bisa tampil tanpa masalah dan meraih hasil yang sangat baik,” kata Taj.
Kontroversi di Balik Layar: Taj Ditolak Masuk Kanada
Sebelum pertemuan dengan FIFA, nama Mehdi Taj sempat menjadi sorotan. Ia dikabarkan ditolak masuk ke Kanada untuk menghadiri Kongres FIFA di Vancouver. Penolakan itu diduga terkait hubungan Taj dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump sempat menyinggung kehadiran Iran di Piala Dunia. Trump menyatakan Iran tetap dipersilakan tampil, namun mempertanyakan aspek keamanan bagi tim tersebut selama berada di Amerika Serikat.
Potensi Duel Panas Iran vs AS di Babak 32 Besar
Jika kedua tim sama-sama finis sebagai runner-up grup masing-masing, Iran dan Amerika Serikat bisa bertemu di Dallas pada babak 32 besar. Skenario itu langsung memicu diskusi soal tensi politik yang mungkin terbawa ke lapangan.
Namun, FIFA menegaskan semua peserta berada dalam perlindungan penuh selama turnamen. Iran sendiri sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 lebih awal dan menggelar laga uji coba melawan Kosta Rika di Turki, Maret lalu.