JAWA TENGAH — Kepala Stasiun Geofisika Kupang Arief Tyastama menyatakan hasil pemodelan menunjukkan gempa tersebut tidak menimbulkan gelombang tsunami. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu petang.
Gempa Dangkal Akibat Sesar Naik di Zona Subduksi
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada di koordinat 10,16° Lintang Selatan dan 123,77° Bujur Timur, sekitar 18 kilometer timur laut Kupang. Kedalaman hiposenter tercatat 44 kilometer, menjadikannya gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh sesar naik (thrust fault)," jelas Arief. Hingga pukul 18.24 WIB, BMKG belum mencatat adanya gempa susulan (aftershock), meskipun potensinya tetap ada.
Kepanikan Warga dan Imbauan Tetap Tenang
Getaran gempa yang terjadi pukul 17.57.43 WIB membuat hampir seluruh warga Kota Kupang berlarian keluar rumah. Meski sempat terjadi kepanikan, situasi perlahan kembali normal setelah getaran berhenti.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," kata Arief.
Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retakan atau kerusakan akibat gempa. Gempa susulan masih berpotensi terjadi, namun kekuatannya diprediksi tidak akan melebihi gempa utama, tergantung kondisi struktur batuan dan akumulasi tekanan di sumber gempa.
Belum Ada Korban, Pemantauan Berlanjut
Hingga Minggu petang, pemerintah daerah dan BPBD setempat belum menerima laporan kerusakan berarti. Tim pemantau BMKG terus memperbarui data jika terjadi perubahan aktivitas seismik. Masyarakat diimbau mengakses kanal resmi BMKG untuk informasi terkini.