JAWA TENGAH — Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. Pada akhir Juli lalu, ia menyampaikan peringatan serupa dan bersumpah akan menghantam fasilitas tersebut dengan sangat hebat. Militer AS sebelumnya telah menyerang sejumlah fasilitas nuklir Iran lainnya, namun Gunung Pickaxe disebut sebagai target potensial yang belum pernah diserang.
Lokasi Strategis di Dekat Natanz
Gunung Pickaxe berada di dekat fasilitas pengayaan uranium Natanz, salah satu situs nuklir paling sensitif di Iran yang selama ini menjadi sorotan Badan Energi Atom Internasional (IAEA). Letak geografisnya yang dekat dengan Natanz membuat AS meyakini lokasi tersebut digunakan untuk menyembunyikan aktivitas nuklir dari pengawasan internasional.
"Kita mungkin akan menyerang Pickaxe segera," kata Trump kepada wartawan, seperti dikutip dari kantor berita Sputnik, Sabtu (5/9/2026). Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.
Bantahan Resmi Pemerintah Iran
Teheran merespons cepat ancaman tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, pada 1 September lalu menegaskan negaranya tidak melakukan aktivitas terkait nuklir apa pun di Gunung Pickaxe.
"Kami tidak memiliki aktivitas terkait nuklir di gunung tersebut," ujar Baghaei dalam pernyataan resminya. Pemerintah Iran selama ini bersikukuh program nuklirnya ditujukan untuk keperluan sipil, meski AS dan sejumlah negara Barat mencurigai adanya dimensi militer.
Rentetan Konfrontasi Militer AS-Iran
Ancaman terhadap Gunung Pickaxe mengikuti pola konfrontasi yang meningkat di kawasan Timur Tengah. Sebelumnya, militer Iran mengklaim berhasil menembak jatuh puluhan drone MQ-9 Reaper milik AS selama periode konflik berlangsung. Klaim tersebut, jika akurat, menunjukkan eskalasi signifikan dalam pertempuran udara antara kedua negara.
Setiap drone MQ-9 Reaper diperkirakan bernilai sekitar Rp23 triliun, menjadikan kerugian militer AS sangat besar apabila klaim Iran tersebut benar. Keberhasilan menembak jatuh drone-drone itu juga menjadi bukti kapabilitas pertahanan udara Iran yang selama ini kerap diremehkan.
Yang Terjadi Jika AS Mengeksekusi Serangan
Serangan ke Gunung Pickaxe berisiko memicu respons balasan yang lebih luas dari Iran, termasuk kemungkinan serangan terhadap pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Para pengamat memperingatkan bahwa fasilitas bawah tanah yang dibangun di dalam gunung membutuhkan bom penghancur bunker khusus, yang penggunaannya bisa dianggap sebagai eskalasi besar oleh Teheran.
Belum ada pernyataan resmi dari Pentagon atau Komando Pusat AS (CENTCOM) mengenai kesiapan operasional untuk menyerang lokasi tersebut. Ketegangan diplomatik di Dewan Keamanan PBB juga diperkirakan akan meningkat jika AS melancarkan serangan tanpa mandat internasional.