Pencarian

Panen Raya 40 Hektare di Pemalang Diwarnai Curhatan Petani ke Gubernur Jateng Soal Ancaman Fuso

Sabtu, 05 September 2026 • 08:16:02 WIB
Panen Raya 40 Hektare di Pemalang Diwarnai Curhatan Petani ke Gubernur Jateng Soal Ancaman Fuso
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendengarkan keluhan petani terkait ancaman gagal panen akibat pendangkalan saluran air di sela panen raya padi di Desa Kedungbanjar, Pemalang, Jawa Tengah.

PEMALANG — Ribuan petani di Desa Kedungbanjar, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, tengah menikmati masa panen raya. Namun, di balik kegembiraan tersebut, mereka menyimpan kekhawatiran mendalam terhadap ancaman gagal panen yang berulang setiap musim hujan.

Perwakilan Kelompok Tani Utama 6, Badrudin, memanfaatkan kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi untuk menyuarakan persoalan krusial yang membayangi aktivitas pertanian mereka. Ia menyebut lahan siap panen seluas 40 hektare di wilayahnya tengah memasuki masa panen.

Ancaman Fuso di Bantaran Kali Waluh dan Kali Ijen

Badrudin menjelaskan bahwa kendala utama yang dihadapi petani bukanlah serangan hama, melainkan buruknya kondisi saluran air pembuangan. Pendangkalan dan penyempitan alur sungai menjadi masalah kronis yang tak kunjung usai.

"Saat ini panen padi di daerah Desa Kedungbanjar memang melimpah, ada sekitar 40 hektare padi yang sudah siap panen. Namun, di balik semua itu kendala tetap ada, yaitu berkaitan dengan saluran air pembuangan di waktu hujan karena terdapat kendala pendangkalan dan penyempitan," kata Badrudin.

Kondisi ini diperparah dengan menjamurnya tumbuhan liar di sepanjang bantaran kali. Akibatnya, aliran air menjadi tersendat dan berisiko tinggi meluap saat intensitas hujan meningkat.

Belasan Hektare Sawah Gagal Panen Akibat Luapan Air

Kekhawatiran petani bukan tanpa alasan. Badrudin membeberkan bahwa genangan air telah menyebabkan tanaman padi rusak atau fuso di beberapa titik rawan. Sawah-sawah di bantaran Kali Waluh menjadi langganan gagal panen setiap musim hujan tiba.

"Untuk kendala lainnya ada di bantaran Kali Ijen yang ada di tengah-tengah areal persawahan. Itu sepanjang 5 kilometer dengan luas 7 meter, itu juga musim hujan kemarin sekitar 14 hektare terkena gagal panen juga," ujarnya.

Kerugian akibat fuso di kawasan tersebut tercatat mencapai belasan hektare. Aliran Kali Ijen yang membelah persawahan dengan panjang sekitar 5 kilometer dan luas 7 meter itu menjadi penyumbang angka kerugian terbesar bagi petani setempat.

Harapan Petani untuk Perbaikan Infrastruktur Pertanian

Kedatangan orang nomor satu di Jawa Tengah tersebut diharapkan mampu membawa solusi nyata bagi permasalahan infrastruktur yang selama ini membebani petani. Perbaikan saluran air menjadi prioritas utama agar potensi panen melimpah tidak lagi terusik oleh ancaman banjir.

Apresiasi disampaikan Badrudin atas kehadiran Gubernur Ahmad Luthfi yang secara langsung meninjau lokasi panen raya di Desa Kedungbanjar. Momen ini menjadi ajang dialog langsung antara pemerintah provinsi dan petani di lapangan.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: radartegal.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks