Pencarian

Kucing Merah Kalimantan Terekam di Taman Nasional Kayan Mentarang Kaltara

Selasa, 08 September 2026 • 10:36:01 WIB
Kucing Merah Kalimantan Terekam di Taman Nasional Kayan Mentarang Kaltara
Rekaman kamera jebak berhasil menangkap kemunculan kucing merah Kalimantan di kawasan hutan primer Taman Nasional Kayan Mentarang, Kalimantan Utara.

JAWA TENGAH — Kehadiran penghuni hutan paling sulit dijumpai di Kalimantan itu terkonfirmasi lewat rekaman camera trap yang dipasang tim SPTN Wilayah II Long Alango sejak 2025. Video berhasil diunduh tim Balai TNKM saat patroli SMART pada 2026 di Resor Mentarang Tubu, tepatnya di bawah kanopi hutan primer Desa Rian Tubu.

Jejak yang Hilang Lebih dari 20 Tahun

Kepala Balai TNKM Seno Pramudito menyebut spesies elusif ini sempat tak terdeteksi selama lebih dari dua dekade di kawasan tersebut. Sebelumnya, kucing merah hanya terdokumentasi sekali di TNKM pada 2003, lalu muncul kembali di Resor Sungai Bahau pada 2023.

"Spesies elusif ini sempat hilang tanpa jejak selama lebih dari dua dekade di kawasan TNKM pascadokumentasi pertama pada 2003 silam, sebelum akhirnya terekam kembali di Resor Sungai Bahau pada 2023 dan kini di Resor Mentarang Tubu," ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Tanda Ekosistem Hutan yang Sehat

Secara ekologis, munculnya predator puncak terkecil Borneo di dua lokasi berbeda dalam beberapa tahun terakhir menjadi indikator kuat. Ekosistem hutan di Malinau dinilai masih alami, sehat, dan minim gangguan aktivitas manusia.

Sifat soliter dan kewaspadaan tinggi membuat satwa ini hampir tak pernah terlihat langsung. Karena itu, rekaman kamera menjadi alat utama untuk memperoleh data keberadaan spesies berstatus terancam punah tersebut.

Kerja Sama Patroli dan Dukungan Data Konservasi

Operasional pemantauan satwa liar ini terlaksana berkat kolaborasi Balai TNKM dengan PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN). Setiap kegiatan lapangan dinilai menghasilkan data penting bagi perlindungan satwa.

"Rekaman data visual bernilai tinggi itu baru berhasil diunduh pada 2026 saat tim BTNKM menggelar kegiatan SMART Patrol," kata Seno.

Kepala Resor Mentarang Tubu, Mahfuat, menambahkan temuan ini jadi dasar pengambilan keputusan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara. "Setiap kegiatan di lapangan terbukti memberikan data penting bagi perlindungan satwa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara ke depan," katanya.

Pengingat Pentingnya Perlindungan Habitat

Bagi petugas lapangan, rekaman singkat itu menjadi suntikan semangat di tengah beratnya medan patroli. Temuan ini juga menegaskan peran TNKM sebagai benteng pertahanan terakhir bagi satwa langka Kalimantan.

"Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung. Dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data keberadaannya. Ini menjadi pengingat bahwa hutan TNKM memiliki peran vital sebagai habitat satwa liar, sehingga perlindungan kawasan harus dilakukan secara konsisten," tutup Seno.

Bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kekayaan fauna Kalimantan Utara, kawasan TNKM dapat diakses dari Kota Malinau. Namun perlu dicatat, kucing merah bukanlah satwa yang bisa dilihat secara mudah. Informasi kunjungan dan izin masuk kawasan konservasi dapat dikonfirmasi melalui kantor Balai TNKM setempat.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks