Pencarian

BPBD Jawa Tengah Pastikan Belum Ada Residu Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Hasil Paper Test di 4 Wilayah Negatif

Selasa, 08 September 2026 • 05:31:01 WIB
BPBD Jawa Tengah Pastikan Belum Ada Residu Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Hasil Paper Test di 4 Wilayah Negatif
Hasil paper test di Bandara Ahmad Yani Semarang dan tiga wilayah lain menunjukkan tidak ada residu abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

SEMARANG — BPBD Jawa Tengah bersama badan penanggulangan bencana di 35 kabupaten/kota telah melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan. Penilaian dilakukan mulai dari Cilacap, Kebumen, Purworejo, Brebes, Tegal, Banyumas, hingga wilayah timur Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, Senin (7/9/2026), menegaskan bahwa berdasarkan analisis meteorologi, belum ada residu abu vulkanik GAK yang mencapai wilayahnya.

"Setelah kita cek di beberapa wilayah, hal yang mengganggu aktivitas kehidupan penghidupan masyarakat belum terjadi," ucapnya di Semarang, seperti dikutip Antara.

Hasil Paper Test di Bandara dan Stasiun Meteorologi

Untuk memastikan kondisi udara secara ilmiah, uji kertas atau paper test dilakukan pada 6 dan 7 September 2026. Pengujian pertama berlangsung di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang dan menunjukkan debu vulkanik GAK dinyatakan negatif.

Pengujian serupa juga digelar di Stasiun Klimatologi Kertajati, Stasiun Meteorologi Maritim Tegal, dan Cilacap. Hasilnya pun sama, tidak ditemukan residu abu vulkanik.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, menjelaskan pihaknya mengacu pada data Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin dan analisis citra satelit BMKG Himawari.

Mengapa Isu Sebaran Abu Sempat Heboh?

Yoga membeberkan alasan di balik kekhawatiran yang sempat merebak di tengah masyarakat. Berdasarkan analisis, angin permukaan pada ketinggian 1.500 meter bergerak dari timur ke barat.

"Jadi, kenapa kemarin agak heboh, barangkali memang di lapisan atas itu trajektori debu vulkanik itu diperkirakan sampai ke Jateng, tapi itu di lapisan atas. Sementara lapisan di bawahnya, anginnya ke arah dari timur ke barat," ujarnya.

Artinya, potensi sebaran abu hanya terjadi di lapisan atmosfer atas dan tidak berdampak langsung ke permukaan tanah di Jawa Tengah.

Arahan BPBD untuk Warga

Meski hasil pemeriksaan negatif, Bergas mengimbau warga tetap waspada. Ia menyarankan penggunaan masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama karena saat ini sedang memasuki musim kemarau.

"Kalau kita bicara di musim ini (kemarau), debu itu pasti luar biasa. Maka penggunaan masker itu menjadi penting. Kemudian tidak banyak keluar rumah. Kalau aktivitasnya banyak di luar rumah, banyak minum air putih," kata dia.

Operasi Modifikasi Cuaca untuk Karhutla

Di sisi lain, BNPB mulai melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jawa Tengah. Operasi ini bertujuan menghalau sebaran abu vulkanik di udara sekaligus mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah daerah.

BNPB memusatkan operasi di Pangkalan Udara (Lanud) Ahmad Yani, Semarang, dengan mengerahkan pesawat Cessna bernomor registrasi PK-SNH. Pelaksanaannya melibatkan BMKG dan BPBD Provinsi Jawa Tengah untuk memantau pergerakan awan serta titik rawan karhutla secara real-time.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan misi penerbangan Sorti 1 telah dimulai pada Senin (7/9). Tim Flight Scientist berhasil melakukan penyemaian di kawasan pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes pada posisi radial 240–260 derajat sejauh 80–90 nautical miles dari Semarang.

Follow pantaujateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kompas.tv

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks