Pencarian

BPBD Karanganyar Siaga Karhutla dan Krisis Air, 18 Desa di 11 Kecamatan Jadi Prioritas Distribusi Air Bersih

Selasa, 28 Juli 2026 • 13:34:31 WIB
BPBD Karanganyar Siaga Karhutla dan Krisis Air, 18 Desa di 11 Kecamatan Jadi Prioritas Distribusi Air Bersih
BPBD Karanganyar menyiagakan dua armada tangki air untuk distribusi ke 18 desa rawan kekeringan di 11 kecamatan.

KARANGANYAR — Ancaman kebakaran hutan dan krisis air bersih menghantui Karanganyar memasuki puncak musim kemarau. BPBD setempat tak hanya menyiapkan personel, tetapi juga dua armada tangki air untuk menjangkau 18 desa rawan kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Karanganyar, Sugiharjo, mengatakan koordinasi dengan berbagai pihak sudah berjalan. Apel siaga gabungan dijadwalkan pada awal Agustus 2026 sebagai puncak kesiapan.

“Kemarau panjang sangat berpotensi terjadinya karhutla dan krisis air bersih. Kita meningkatkan kewaspadaan dan melakukan berbagai antisipasi,” ujar Sugiharjo, Selasa (28/7/2026).

Dua Armada Tangki Air untuk 18 Desa Rawan Kekeringan

BPBD mengidentifikasi 18 desa di 11 kecamatan yang paling rentan mengalami kekeringan. Dua armada tangki air disiagakan untuk distribusi jika warga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Sugiharjo menegaskan prosedur pengajuan bantuan air bersih dibuat sederhana. “Masyarakat yang membutuhkan air bersih tidak perlu administrasi yang rumit. Laporkan saja, pasti air bersih kita distribusikan,” pungkasnya.

Sosialisasi ke Pendaki dan Warga Diintensifkan

Selain ancaman kekeringan, kebakaran hutan dan lahan menjadi perhatian utama. BPBD menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan pendaki agar tidak melakukan aktivitas yang memicu api, seperti membuka lahan dengan cara dibakar atau membuang puntung rokok sembarangan di kawasan hutan.

Langkah preventif ini diperkuat dengan patroli bersama antara BPBD, Perhutani, dan relawan. Polres Karanganyar juga akan menindak tegas pelaku pembakaran lahan yang sengaja dilakukan.

Koordinasi Lintas Instansi untuk Antisipasi Karhutla

Rapat koordinasi yang digelar BPBD melibatkan Perhutani, Polres, Dinas Lingkungan Hidup, Damkar, dan Satpol PP. Sinergi ini bertujuan mempercepat respons jika titik api mulai muncul.

Data BPBD menunjukkan beberapa wilayah di lereng Gunung Lawu kerap menjadi langganan karhutla saat kemarau. Tahun-tahun sebelumnya, kebakaran sering dipicu oleh aktivitas pendaki yang lalai atau pembakaran lahan untuk pertanian.

Dengan kesiapan armada air dan personel, BPBD Karanganyar berharap dampak kemarau panjang tahun ini bisa diminimalkan, baik dari sisi kebakaran maupun krisis air bersih.

Bagikan
Sumber: jatengnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks