JAWA TENGAH — Reynaldo Bryan memaparkan bahwa capaian 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang 2025 menjadi rekor baru. Namun, menurutnya, keberhasilan sektor ini tidak cukup diukur dari jumlah turis semata. “Keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya terlihat dari jumlah wisatawan, tetapi juga dari tumbuhnya usaha masyarakat seperti kuliner, homestay, hingga penjualan produk lokal,” ujarnya dalam forum yang digelar di Hotel Merusaka tersebut.
Dalam debat tersebut, Reynaldo menyoroti bagaimana Bali berhasil menjadi contoh hilirisasi pariwisata. Menurutnya, dampak ekonomi dari sektor ini tidak hanya dinikmati pengusaha besar, tetapi juga pelaku UMKM di akar rumput. “Bali adalah contoh hilirisasi sektor pariwisata yang berhasil. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh para pengusaha besar tetapi juga bisa mendongkrak pendapatan para UMKM, mulai dari kuliner, homestay, hingga penjual souvenir dan oleh-oleh lokal,” jelasnya.
Ia menekankan bahwa model ini perlu direplikasi. Sektor pariwisata, kata dia, secara langsung menggerakkan ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah. “Sektor ini tidak hanya menjadi penghasil devisa utama, tetapi juga memicu percepatan pembangunan infrastruktur,” tambahnya.
Reynaldo mengkritik konsentrasi pariwisata yang masih terfokus pada Bali. Ia menilai perlu ada strategi diversifikasi agar manfaat ekonomi tersebar merata. “Kita perlu belajar dari Jepang, mereka berhasil melakukan diversifikasi sehingga pariwisata tidak hanya terfokus pada kota-kota utama, melainkan terdistribusi ke seluruh daerah,” paparnya.
Menurut dia, kunci pemerataan terletak pada penguatan budaya lokal, pemberdayaan UMKM, dan pembangunan konektivitas antarwilayah. Ia meyakini, jika ketiga elemen itu berjalan, potensi wisata daerah bisa berkembang tanpa harus bergantung sepenuhnya pada Bali.
Musyawarah Nasional ke-XVIII HIPMI tahun ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi kepemimpinan organisasi. Forum di Nusa Dua itu juga melahirkan sejumlah pandangan strategis tentang masa depan ekonomi daerah. Pariwisata, dalam konteks ini, ditempatkan sebagai sektor yang mampu menjadi jalan tumbuhnya usaha masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
Debat kedua calon ketua umum BPP HIPMI itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh gagasan. Para pengusaha muda dari berbagai daerah turut menyimak paparan yang menyoroti pentingnya redistribusi manfaat ekonomi dari sektor pariwisata nasional.