SEMARANG — Peristiwa nahas menimpa seorang warga yang tengah mencari ikan menggunakan perahu rakitan drum plastik di perairan Terboyo Kulon, Semarang. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah perahunya terbalik di tengah laut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban merupakan warga setempat yang kerap melaut menggunakan perahu sederhana buatan sendiri. Perahu rakitan dari drum plastik itu diketahui menjadi alat tangkap utama korban untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Perahu rakitan berbahan dasar drum plastik memang kerap digunakan oleh nelayan skala kecil di pesisir Semarang. Namun, alat ini dinilai memiliki risiko tinggi, terutama saat cuaca buruk atau ombak besar melanda perairan Terboyo.
Korban diduga terseret arus saat perahunya oleng. Beberapa warga yang melihat kejadian sempat berusaha memberikan pertolongan, namun korban sudah tidak tertolong saat ditemukan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepolisian Sektor setempat belum memberikan pernyataan resmi mengenai penyebab pasti kecelakaan laut tersebut. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh warga bersama tim SAR gabungan.
Pihak keluarga korban disebut telah menerima kejadian ini sebagai musibah. Jenazah korban rencananya akan dimakamkan di pemakaman umum terdekat setelah proses identifikasi selesai.
Perahu rakitan drum plastik memang murah dan mudah dibuat, namun stabilitasnya sangat rendah di perairan terbuka. Nelayan pengguna perahu jenis ini disarankan untuk selalu menggunakan alat keselamatan seperti pelampung dan tidak melaut sendirian, terutama saat cuaca ekstrem.
Kejadian di Terboyo Kulon ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan kerja di sektor perikanan tradisional. Belum ada kebijakan khusus dari Pemkot Semarang terkait larangan atau standarisasi perahu rakitan drum plastik hingga saat ini.