Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Kesetaraan Gender Lewat Program “Next Gen Leader” di Semarang

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:17:26 WIB
Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM menggelar kampanye kesetaraan gender melalui program “Next Gen Leader” di Semarang.

SEMARANG — Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggandeng puluhan pelajar dan pemuda kota dalam kampanye “Next Gen Leader”, sebuah program yang fokus pada penguatan nilai kesetaraan gender. Inisiatif ini muncul dari keprihatinan para mahasiswa terhadap minimnya representasi perempuan dalam posisi pengambilan keputusan di tingkat lokal.

Apa yang Membedakan “Next Gen Leader” dari Kampanye Lain?

Alih-alih sekadar seminar, program ini mengombinasikan diskusi terbatas, simulasi kepemimpinan, dan pembuatan konten media sosial. Para peserta diajak merancang kampanye digital yang menampilkan figur pemimpin perempuan dari berbagai sektor di Semarang, mulai dari akademisi hingga pengusaha UMKM.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak punya jenis kelamin. Lewat konten yang dekat dengan keseharian, kami harap pesan ini bisa diterima tanpa menggurui,” ujar koordinator program, yang enggan disebutkan namanya, saat ditemui di kampus USM, pekan lalu.

Siapa Sasaran Utama Program Ini?

Kampanye menyasar pelajar SMA dan mahasiswa tahun pertama di Semarang. Kelompok usia ini dinilai paling reseptif terhadap perubahan perspektif sosial. Dalam sesi simulasi, peserta diminta menyusun visi misi seorang pemimpin daerah tanpa mempertimbangkan gender—sebuah latihan yang menurut panitia kerap memicu perdebatan menarik.

“Banyak peserta yang baru sadar bahwa selama ini mereka punya bias sendiri. Misalnya, saat disuruh membayangkan gubernur, yang terbayang otomatis laki-laki. Nah, itu yang coba kami bongkar,” tambahnya.

Dampak Langsung yang Diharapkan bagi Warga Semarang?

Dalam jangka pendek, mahasiswa menargetkan setidaknya 50 konten edukatif tentang kepemimpinan inklusif tersebar di Instagram dan TikTok. Konten-konten ini dirancang agar bisa diakses oleh warga Semarang dari berbagai latar belakang. Ke depannya, panitia berencana menjadikan program ini sebagai agenda tahunan yang melibatkan lebih banyak komunitas akar rumput.

Program “Next Gen Leader” sendiri berlangsung selama dua pekan dan diakhiri dengan pameran karya digital di area kampus USM. Mahasiswa berharap kampanye ini bisa menjadi pijakan awal untuk mendorong lebih banyak perempuan muda berani mengambil peran publik di Semarang.

Apakah Ada Tindak Lanjut dari Program Ini?

Panitia tengah menjajaki kerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Semarang untuk memperluas jangkauan kampanye ke tingkat kelurahan. Jika terealisasi, modul “Next Gen Leader” akan diadaptasi menjadi bahan diskusi di posyandu remaja dan karang taruna.

“Kami tidak ingin ini hanya acara seremonial. Harapannya, ada perubahan nyata di lingkungan terkecil, seperti di organisasi OSIS atau himpunan mahasiswa,” pungkas koordinator program.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top