Kronologi Elon Musk Siapkan Merger Tesla dan SpaceX, Ini Dampak ke Pemegang Saham

Penulis: Eko Saputro  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 17:34:01 WIB
Elon Musk membahas rencana merger Tesla dan SpaceX menjelang IPO SpaceX di Nasdaq.

JAWA TENGAH — Menurut laporan CNBC yang dikutip pekan lalu, Musk telah mendiskusikan gagasan menggabungkan Tesla dan SpaceX dengan sejumlah koleganya. Waktu pembicaraan ini dinilai krusial: SpaceX baru saja mengajukan pernyataan pendaftaran S-1 pada 20 Mei dan dijadwalkan mulai diperdagangkan di Nasdaq dengan kode saham SPCX pada 12 Juni. Target valuasi IPO mencapai USD 1,75 triliun atau sekitar Rp 28.000 triliun, dengan dana terkumpul sekitar USD 75 miliar — menjadikannya IPO terbesar dalam sejarah.

Awal Mula: Dari IPO SpaceX ke Gagasan Merger

Valuasi Tesla saat ini berada di kisaran USD 1,6 triliun. Artinya, entitas gabungan bisa bernilai lebih dari USD 3 triliun. Analis Wedbush, Dan Ives, memperkirakan probabilitas merger mencapai 80 hingga 90 persen pada awal 2027. Namun pasar prediksi Kalsih hanya mencatat odds 33 persen untuk merger sebelum Mei 2027.

Inti masalahnya terletak pada struktur kepemilikan. Musk memegang sekitar 20 persen ekuitas Tesla, tetapi menguasai 85,1 persen hak suara SpaceX melalui kelas saham super-voting. Ketimpangan ini menjadi pusat persoalan self-dealing: ketika Musk menegosiasikan persyaratan merger, ia pada dasarnya bernegosiasi dengan dirinya sendiri — dan kepentingannya tidak terdistribusi secara merata di antara kedua perusahaan.

Proses: Tiga Transaksi Sebelumnya Jadi Cetak Biru

Musk sudah memiliki rekam jejak panjang dalam transaksi antar perusahaannya sendiri. SolarCity diakuisisi Tesla senilai USD 2,6 miliar pada 2016, saat Musk menjabat ketua dewan direksi kedua perusahaan. Gugatan pemegang saham menyusul, meski pengadilan Delaware akhirnya menyatakan transaksi itu wajar. Menariknya, Tesla kemudian menutup sebagian operasi tenaga surya dan berhenti melaporkan penempatan panel surya triwulanan.

Twitter menjadi babak berikutnya. Musk membeli platform itu seharga USD 44 miliar pada 2022, lalu nilainya anjlok 65 persen menurut penilaian Fidelity. Pada Maret 2025, Musk memaksa xAI mengakuisisi X dengan valuasi USD 33 miliar — secara ajaib memulihkan harga dari USD 9 miliar menjadi USD 33 miliar di atas kertas.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Kasus paling segar adalah investasi Tesla senilai USD 2 miliar ke xAI pada Januari 2026, meskipun pemegang saham sebelumnya menolak proposal serupa. Beberapa pekan kemudian, SpaceX mengakuisisi xAI dalam transaksi senilai sekitar USD 250 miliar. Setelahnya, Musk mengakui xAI "tidak dibangun dengan benar" dan perlu dibangun ulang — setelah uang pemegang saham Tesla dan SpaceX sudah masuk.

Jika merger Tesla-SpaceX jadi terjadi, pemegang saham Tesla akan menggabungkan perusahaan senilai USD 1,6 triliun dengan entitas yang 85 persen suaranya dikuasai Musk. Entitas itu kini sudah membawa serta Twitter yang nilainya hancur, perusahaan AI yang diakui bermasalah, dan bisnis roket dengan valuasi gila yang bertumpu pada mimpi Mars yang terus tertunda.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top