JAKARTA — Dino Patti Djalal bukan nama baru di panggung diplomasi Indonesia. Ia bergabung sebagai staf diplomatik pada 1990, artinya pengabdiannya di Kemlu sudah melampaui tiga dekade. Usia itu jauh lebih panjang dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang lahir pada 1993.
Dino tercatat sebagai diplomat karier yang pernah menduduki posisi strategis. Ia menjabat Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu, Juru Bicara Kemlu, hingga Duta Besar RI untuk Amerika Serikat (2010-2013). Di Washington, ia aktif memperkuat kemitraan strategis Indonesia-AS di bidang perdagangan dan pendidikan.
Sebelumnya, Dino juga menjadi staf khusus Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk urusan luar negeri. Pengalamannya di meja perundingan internasional, termasuk forum PBB dan ASEAN, menjadikannya salah satu arsitek diplomasi modern Indonesia.
Kritik pedas justru datang dari Seskab Teddy Indra Wijaya yang berusia lebih muda. Teddy menyinggung masa kerja Dino sebagai Wamenlu hanya tiga bulan. Namun, fakta menunjukkan Dino sudah aktif di Kemlu saat Teddy masih anak-anak. Narasi “karier di Kementerian Luar Negeri sejak Seskab Teddy belum lahir” pun ramai di media sosial.
Perbandingan ini memicu perdebatan publik tentang parameter penilaian kinerja pejabat negara. Banyak pihak menilai kritik tersebut tidak proporsional jika dibandingkan dengan rekam jejak diplomatik Dino yang panjang.
Popularitas Dino kembali melonjak setelah video pernyataan Seskab Teddy viral. Warganet justru banyak yang membela Dino dengan menyorot kontribusinya selama puluhan tahun di dunia diplomasi. Tagar pendukung Dino sempat menjadi trending topic di platform X.
Di sisi lain, Dino belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tersebut. Ia dikenal sebagai figur yang jarang terlibat dalam polemik publik dan lebih fokus pada kerja diplomatik serta akademik.
Selain diplomat, Dino juga seorang penulis dan akademisi. Ia menulis beberapa buku tentang diplomasi dan politik luar negeri, termasuk The Geopolitics of Indonesia's Maritime Fulcrum. Ia juga sering menjadi pembicara di forum internasional dan universitas ternama dunia.
Kritik yang dialamatkan kepadanya kini menjadi pengingat bagi publik. Perjalanan karier seorang diplomat tidak bisa dinilai hanya dari satu periode jabatan singkat, melainkan dari akumulasi pengalaman dan dedikasinya selama bertahun-tahun.
Sejak kapan Dino Patti Djalal berkarier di Kemlu?
Dino bergabung sebagai staf diplomatik pada tahun 1990, sehingga pengabdiannya sudah berlangsung lebih dari 30 tahun.
Mengapa Seskab Teddy mengkritik Dino?
Teddy menyinggung masa kerja Dino sebagai Wamenlu yang hanya tiga bulan. Publik menilai kritik itu tidak sebanding dengan total pengabdian Dino di dunia diplomasi.
Apa posisi terakhir Dino Patti Djalal sebelum menjadi Wamenlu?
Sebelum diangkat menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, Dino pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu.