BATANG — Ratusan bibit mangrove ditanam di pesisir Pantai Denasri, Desa Denasri Kulon, dalam aksi yang melibatkan mahasiswa, relawan pecinta lingkungan, dan warga setempat. Kegiatan ini diinisiasi oleh DLH Kabupaten Batang untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh pada 5 Juni 2026.
Dosen PSDKU Undip Kampus Batang, Dr Retno Dwi Irianto MM, menyebut keberadaan mangrove memiliki fungsi vital bagi kawasan pesisir. Menurutnya, vegetasi ini mampu meredam gelombang dan mencegah masuknya air laut ke daratan.
"Mangrove mempunyai peran penting dalam menjaga kelestarian pesisir dari masuknya abrasi air laut ke daratan. Selain itu juga berfungsi menjaga kelestarian sumber daya perikanan di pantai," ujar Retno.
Retno mengatakan, keterlibatan mahasiswa dalam aksi tanam ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap proses kegiatan tersebut mampu membuat mahasiswa menghayati secara langsung pentingnya ekosistem mangrove.
Lewat pengalaman di lapangan, mahasiswa diharapkan memiliki kepekaan dan kepedulian untuk turut menjaga serta melestarikan lingkungan. Program ini sekaligus menjadi praktik nyata dari materi perkuliahan di Prodi S1 Agribisnis.
Selain mahasiswa PSDKU Undip, kegiatan ini juga diikuti oleh relawan pecinta lingkungan dan masyarakat Desa Denasri Kulon. Partisipasi warga setempat menjadi kunci keberlanjutan perawatan bibit mangrove yang baru ditanam.
DLH Kabupaten Batang menargetkan penanaman serupa bisa terus berlanjut di titik-titik pesisir lain yang rawan abrasi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana berbasis ekosistem di pesisir utara Jawa Tengah.