Cegah Kecurangan Penerimaan Murid Baru, Komisi D DPRD Pati Minta Disdikbud Awasi Ketat Sekolah

Penulis: Eko Saputro  •  Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39:01 WIB
Komisi D DPRD Pati mendorong Disdikbud mengawasi ketat proses penerimaan murid baru.

PATI — Ketua Komisi D DPRD Pati, Teguh Bandang Waluyo, mendesak Disdikbud untuk mengawal proses SPMB hingga tuntas. Menurutnya, pengawasan ketat di setiap sekolah menjadi kunci agar penerimaan murid baru berjalan transparan dan akuntabel.

“Jangan sampai ada masyarakat yang merasa kesulitan mendapatkan informasi seputar SPMB. Sekolah harus terbuka dan responsif terhadap setiap pertanyaan maupun kebutuhan calon peserta didik,” ujar Teguh, Kamis (18/6/2026).

Potensi Pungli dan Manipulasi Data Jadi Sorotan

Politikus PDI Perjuangan itu menyebut, celah kecurangan kerap muncul saat proses pendaftaran hingga pengumuman. Pungli dan manipulasi data menjadi dua modus yang paling dikhawatirkan. Oleh karena itu, peran panitia SPMB di masing-masing sekolah dinilai krusial.

Teguh mengingatkan agar seluruh panitia berpedoman pada sosialisasi yang telah digelar bersama Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, sebelum masa pendaftaran dibuka. Integritas panitia, kata dia, harus dijaga agar tidak ada celah bagi oknum yang ingin bermain.

DPRD Buka Posko Pengaduan Masyarakat

Tidak hanya mengawasi, Komisi D DPRD Pati juga menyatakan siap menerima laporan dan masukan dari warga. Jika ada temuan dugaan kecurangan atau praktik tidak adil dalam SPMB, masyarakat bisa melapor langsung ke DPRD maupun Disdikbud.

“Kalau ada temuan atau apa, silakan laporkan ke kami atau ke Disdik. Kita ciptakan suasana Pati yang kondusif,” tegas Teguh.

SPMB untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Pati sendiri masih berlangsung. Pihak DPRD berharap pengawasan yang ketat bisa meminimalisir polemik di tengah masyarakat, sekaligus memastikan hak setiap calon peserta didik terpenuhi secara adil.

Reporter: Eko Saputro
Sumber: mantranews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top