SEMARANG — Pengadilan Tipikor Semarang kembali menjadi pusat perhatian. Ratusan warga yang mengaku sebagai loyalis Bupati nonaktif Pati, Sudewo, mengepung gedung pengadilan sejak pagi. Mereka datang menggunakan puluhan bus dan kendaraan pribadi, membawa spanduk serta poster dukungan.
Para pendukung yang berdatangan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pati ini kompak meneriakkan yel-yel menuntut keadilan. Mereka meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara Sudewo untuk memberikan vonis bebas. "Pak Sudewo tidak bersalah, beliau hanya korban politik," teriak salah satu koordinator aksi dari atas mobil komando.
Sudewo adalah Bupati Pati periode 2021-2024 yang saat ini berstatus nonaktif. Ia ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati. Sidang kasusnya sendiri telah bergulir di Pengadilan Tipikor Semarang dalam beberapa pekan terakhir.
Kehadiran massa ini bukan yang pertama kali. Sejak persidangan dimulai, para loyalis secara bergantian terus mendatangi pengadilan. Mereka menganggap proses hukum yang dijalani Sudewo tidak adil dan sarat tekanan. "Kami yakin Pak Sudewo bersih. Beliau banyak membantu rakyat kecil di Pati," ujar seorang ibu rumah tangga yang ikut dalam rombongan.
Suasana di luar ruang sidang sempat memanas saat massa berusaha mendekat ke area steril. Petugas kepolisian yang berjaga berlapis-lapis akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Tak ada insiden berarti, dan proses persidangan berjalan tertutup dengan pengawalan ketat.
Sidang kali ini beragenda pembacaan tuntutan dari jaksa penuntut umum KPK. Hingga berita ini diturunkan, persidangan masih berlangsung di dalam ruang sidang utama. Jaksa sebelumnya telah mendakwa Sudewo menerima suap senilai miliaran rupiah dari sejumlah kontraktor proyek di Pati. Vonis hakim diperkirakan baru akan dibacakan pada sidang pekan depan.
Para pendukung yang tidak bisa masuk ke ruang sidang memilih bertahan di luar gedung. Mereka menggelar doa bersama sembari menunggu hasil persidangan. Aparat kepolisian memastikan pengamanan akan diperketat hingga persidangan selesai untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.