Pemkab Sukoharjo dan KPU Teken MoU Tekan Golput di Kalangan Generasi Muda, Target Partisipasi Pemilu 2029

Penulis: Eko Saputro  •  Senin, 22 Juni 2026 | 21:31:31 WIB
Bupati Sukoharjo dan Ketua KPU menandatangani MoU untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda.

SUKOHARJO — Angka partisipasi pemilih muda di Sukoharjo masih menjadi pekerjaan rumah bagi penyelenggara pemilu. Penandatanganan MoU antara Pemkab dan KPU ini menjadi paying hukum untuk program-program edukasi politik yang menyasar pemilih pemula.

Apa Isi MoU dan Siapa Sasaran Utamanya?

Nota kesepahaman ini mencakup sinergi dalam sosialisasi demokrasi, pendidikan politik, serta penggunaan fasilitas daerah untuk kegiatan KPU. Sasaran utamanya adalah pelajar dan mahasiswa yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) namun kerap abai saat pencoblosan.

Bupati Etik Suryani menekankan bahwa generasi muda bukan sekadar angka statistik. Mereka adalah penentu arah pembangunan daerah ke depan.

Bupati: Anak Muda Harus Jadi Agen Perubahan

“Kami ingin anak-anak muda Sukoharjo tidak sekadar menjadi penonton. Mereka harus jadi agen perubahan yang kritis dan menggunakan hak pilihnya secara bertanggung jawab,” ujar Etik dalam sambutannya seusai penandatanganan.

Syahbani Eko Raharjo menambahkan, pihaknya akan menggelar serangkaian forum diskusi dan simulasi pemilu di sekolah-sekolah. Metode ini dianggap lebih efektif ketimbang sekadar memasang spanduk imbauan.

Mengapa Golput di Kalangan Muda Jadi Ancaman?

Data KPU Sukoharjo dari pemilu sebelumnya mencatat, kelompok usia 17–30 tahun menyumbang persentase golput tertinggi. Alasan klasik yang muncul mulai dari merasa tidak terwakili, sibuk bekerja, hingga sekadar malas ke TPS.

Ketua KPU menyebut, jika tren ini terus berlanjut, legitimasi hasil pemilu bisa dipertanyakan. “Kami tidak ingin demokrasi hanya diisi oleh kelompok usia tertentu. Suara anak muda sangat menentukan,” kata Syahbani.

Langkah Nyata: dari Sekolah hingga Media Sosial

Pemkab Sukoharjo berkomitmen memfasilitasi KPU untuk masuk ke kurikulum ekstrakurikuler kesiswaan. Selain itu, konten-konten kreatif di media sosial juga akan digencarkan sebagai cara menjangkau pemilih milenial dan Gen Z.

Kerja sama ini diharapkan bisa menjadi model bagi daerah lain di Jawa Tengah yang menghadapi

Reporter: Eko Saputro
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top