Harga Kripto 24 Juni 2026: Pasar Bearish Dominan, BTC Terkoreksi ke Rp 1,12 Miliar, ETH Anjlok 2,95% — Investor RI Waspada

Penulis: Andi Pratama  •  Rabu, 24 Juni 2026 | 07:36:01 WIB
Harga Bitcoin turun ke Rp 1,12 miliar di tengah dominasi pasar bearish pada 24 Juni 2026.

Pergerakan Harga Kripto Terkini (IDR & USD)

Berdasarkan data real-time pukul 07:31 WIB, mayoritas kapitalisasi pasar utama terkoreksi. Berikut rincian harga lengkapnya:

  • Bitcoin (BTC): Rp 1.124.979.881 ($62.780) — turun 1,38% dalam 24 jam.
  • Ethereum (ETH): Rp 29.870.310 ($1.666,94) — turun 2,95%.
  • BNB: Rp 10.373.625 ($578,91) — turun 1,46%.
  • Solana (SOL): Rp 1.250.611 ($69,79) — turun 2,01%.
  • XRP: Rp 19.896 ($1,11) — turun 1,01%.
  • TRON (TRX): Rp 5.891 ($0,33) — turun 1%.
  • Dogecoin (DOGE): Rp 1.416 ($0,08) — turun 3,24%.
  • Cardano (ADA): Rp 2.722 ($0,15) — turun 3,47%.

Ethereum Paling Tertekan: Katalis dan Dampaknya

Ethereum menjadi perhatian utama pagi ini dengan penurunan nyaris 3%. Tekanan jual tampaknya berasal dari aksi whale yang memindahkan ETH dalam jumlah besar ke exchange dalam 48 jam terakhir. Data on-chain menunjukkan lonjakan pasokan ETH di bursa sentral, yang biasanya menjadi indikasi distribusi sebelum koreksi lebih dalam.

Dari sisi fundamental, tidak ada berita negatif spesifik terkait Ethereum. Namun, sentimen pasar secara umum masih sensitif terhadap ekspektasi suku bunga AS. Jika ETH gagal bertahan di atas level support $1.620 (setara Rp 29 juta), potensi koreksi lanjutan ke area $1.550 (Rp 27,8 juta) terbuka lebar. Investor Indonesia disarankan menunggu konfirmasi rebound sebelum menambah posisi.

Dogecoin dan Cardano: Spekulasi vs Fundamental

Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) menjadi dua koin dengan performa terburuk di pagi ini. DOGE turun 3,24% ke Rp 1.416, sementara ADA ambles 3,47% ke Rp 2.722. Keduanya tidak memiliki katalis positif dalam waktu dekat, sehingga pergerakannya sangat bergantung pada sentimen pasar secara umum.

Untuk DOGE, minimnya kabar dari Elon Musk atau adopsi baru membuat harga rentan terhadap aksi jual ritel. Sementara ADA, meskipun memiliki ekosistem yang terus berkembang, gagal menarik minat investor institusional di tengah persaingan ketat layer-1. Kedua koin ini berisiko tinggi untuk jangka pendek dan hanya cocok untuk trader agresif dengan manajemen risiko ketat.

Analisis Mendalam: Korelasi Pasar Kripto dengan Suku Bunga Global

Koreksi hari ini tidak bisa dilepaskan dari dinamika makroekonomi global. Pasar masih mencerna pernyataan pejabat The Fed yang mengindikasikan bahwa penurunan suku bunga belum akan terjadi dalam waktu dekat. Hal ini membuat aset berisiko seperti kripto kehilangan daya tarik dibandingkan obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil tinggi.

Secara historis, bulan Juni hingga Agustus sering menjadi periode koreksi musiman bagi kripto. Data dari 5 tahun terakhir menunjukkan bahwa rata-rata return BTC di bulan Juni hanya sekitar -2,3%. Jika pola ini berulang, level support psikologis di Rp 1,1 triliun per BTC ($60.000) akan menjadi garis pertahanan krusial. Investor Indonesia yang berpikir jangka panjang bisa memanfaatkan momen ini untuk dollar cost averaging (DCA) secara bertahap.

Koin yang Perlu Dipantau Investor Indonesia

Di tengah tekanan pasar, ada beberapa koin yang tetap menarik untuk dicermati:

  • Bitcoin (BTC): Masih menjadi barometer pasar. Jika BTC mampu bertahan di atas $62.000, potensi pemulihan ke $65.000 masih terbuka.
  • Solana (SOL): Meskipun turun 2%, SOL memiliki fundamental ekosistem DeFi dan NFT yang kuat. Koreksi ini bisa menjadi peluang akumulasi bagi investor jangka menengah.
  • XRP: Dengan penurunan paling kecil (-1,01%), XRP menunjukkan ketahanan relatif. Perkembangan regulasi Ripple Labs masih menjadi katalis positif yang patut ditunggu.

Tips Praktis: Exchange Terpercaya untuk Investor Indonesia

Bagi investor ritel Indonesia, bertransaksi di exchange yang telah terdaftar di Bappebti adalah keharusan. Platform seperti Indodax, Tokocrypto, dan Pintu menawarkan likuiditas yang memadai serta konversi Rupiah yang mudah. Pastikan untuk selalu menggunakan fitur stop-loss dan tidak menyimpan seluruh aset di exchange untuk menghindari risiko peretasan.

FAQ: Pertanyaan Umum Investor Pemula

1. Apakah pasar kripto akan terus turun hari ini?

Belum bisa dipastikan. Jika volume pembelian meningkat di level support BTC $62.000, koreksi bisa berhenti. Namun, jika sentimen negatif berlanjut, penurunan lebih dalam mungkin terjadi.

2. Kapan waktu yang tepat untuk membeli Bitcoin?

Waktu terbaik adalah saat pasar sudah menunjukkan tanda-tanda stabilisasi, misalnya setelah BTC berhasil bertahan di atas level support kunci selama 2-3 hari berturut-turut.

3. Apakah Ethereum lebih berisiko daripada Bitcoin?

Secara volatilitas, ETH memang lebih fluktuatif. Namun, secara fundamental, ETH tetap menjadi pilihan utama untuk aplikasi DeFi dan smart contract.

4. Bagaimana cara melindungi aset kripto dari koreksi?

Gunakan strategi DCA, alokasikan dana tidak lebih dari 5-10% portofolio ke kripto, dan selalu pasang stop-loss di bawah level support utama.

5. Apakah Dogecoin masih layak dibeli?

Hanya untuk spekulasi jangka pendek. Dogecoin tidak memiliki fundamental kuat dan sangat bergantung pada hype media sosial.

Disclaimer: Artikel ini adalah analisis pasar dan bukan merupakan saran investasi. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan dengan penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.

Reporter: Andi Pratama
Back to top