JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membeberkan capaian program prioritas pemerintah di Jawa Tengah yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026), ia menyebutkan tiga program utama—MBG, KDMP, dan Sekolah Rakyat—telah memberikan dampak langsung terhadap perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi yang paling masif. Hingga pertengahan 2026, program ini telah menjangkau sekitar 9,16 juta penerima manfaat. Purbaya menekankan bahwa MBG tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal.
"Program ini turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat ketahanan sosial masyarakat," ujar Purbaya.
Data Kemenkeu menunjukkan MBG telah melibatkan 18.854 pemasok lokal dan menciptakan lebih dari 193.000 lapangan kerja di Jawa Tengah. Untuk memastikan keberlanjutan, Purbaya meminta Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) melakukan monitoring secara nasional dan terstruktur.
Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) juga mencatat perkembangan pesat. Hingga saat ini, telah terbentuk 8.523 koperasi desa dan kelurahan dengan total volume transaksi lebih dari 43.000.
"Kehadiran KDMP diharapkan menjadi pengungkit ekonomi lokal sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan ekonomi yang lebih produktif," kata Purbaya.
Di sektor pendidikan, program Sekolah Rakyat telah berjalan di 16 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Terdapat 16 titik sekolah dengan 110 rombongan belajar yang melayani 3.080 siswa. Purbaya menyebut pembangunan Sekolah Rakyat terus dipercepat untuk mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas.
Purbaya menegaskan keberhasilan program-program tersebut tidak lepas dari peran APBN sebagai instrumen fiskal yang sehat. Hingga Semester I 2026, pendapatan negara di Jawa Tengah terealisasi 46,56 persen dari target dan tumbuh 13,33 persen secara tahunan. Sementara realisasi belanja negara mencapai 52,06 persen dari target.
Ekonomi Jawa Tengah sendiri tercatat tumbuh 5,89 persen, ditopang aktivitas industri, perdagangan, serta berbagai program pemerintah yang mendorong produktivitas masyarakat.
"Kementerian Keuangan di Jawa Tengah terus mendorong berbagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah dengan indikator ekonomi yang masih perlu diperkuat," tutup Purbaya.